INFODAERAH.COM, BANDUNG – Persib Bandung resmi berpisah dengan Layvin Kurzawa setelah berakhirnya kompetisi BRI Super League 2025/2026. Manajemen tidak memperpanjang kontrak mantan pemain Paris Saint-Germain (PSG) tersebut meski ia ikut mengantar Maung Bandung meraih gelar juara.
Selama lima bulan membela Persib, Kurzawa tampil dalam tujuh pertandingan dan menyumbang satu assist saat menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC. Meski menit bermainnya terbatas, kehadirannya meninggalkan kesan tersendiri di dalam tim.
Baca juga : Dua Tahun Bersama Macan Kemayoran, Carlos Eduardo Ucap Salam Perpisahan
Kurzawa mengumumkan perpisahannya melalui akun Instagram pribadi. Ia mengaku menikmati pengalamannya selama berada di Indonesia dan menjadi bagian dari Persib.
“Lima bulan terakhir di Indonesia sangat istimewa. Saya menemukan sebuah negara yang luar biasa, sebuah klub penuh gairah, para pendukung luar biasa yang membuat saya merasa disambut hangat sejak hari pertama,” tulis Kurzawa.
Dalam unggahan yang sama, pemain asal Prancis itu mengungkapkan keinginannya untuk tetap bertahan di Persib. Namun, keputusan akhir berada di tangan pelatih dan manajemen klub.
“Saya ingin melanjutkan perjalanan ini, tapi sepak bola terkadang keputusan tidak ada di tangan sendiri. Saya menghormati keputusan klub dan saya pergi dengan rasa syukur atas momen-momen yang sudah dilalui,” ujarnya.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Kurzawa selama setengah musim bersama Persib.
“Kurzawa sudah pamit karena memang kontraknya hanya lima bulan atau setengah musim. Kami mengucapkan terima kasih atas kontribusinya selama bersama Persib,” kata Adhitia.
Menurut Adhitia, kontribusi Kurzawa tidak hanya terlihat di lapangan. Pemain berusia 33 tahun itu juga membawa pengalaman dan budaya sepak bola Eropa yang memberi dampak positif bagi ruang ganti tim.
Kehadiran Kurzawa menjadi contoh bagi pemain muda Persib dalam membangun profesionalisme, disiplin, dan pola pikir sebagai pesepak bola modern.
“Kontribusi dia di dalam dan di luar lapangan berasa banget. Tidak sekadar bermain, dia juga memberikan kultur dan pendidikan yang baik di dressing room. Dia membawa kultur Eropa yang positif sehingga pemain-pemain muda kami mendapat pemahaman yang lebih baik tentang mindset sepak bola Eropa,” ujar Adhitia. (Red)