Bank Banten Perkuat Literasi Keuangan, Ajak Masyarakat Cerdas Mengelola Investasi

Info Daerah - 25 Juni 2026
Bank Banten Perkuat Literasi Keuangan, Ajak Masyarakat Cerdas Mengelola Investasi

INFODAERAH.COM, SERANG – PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk atau Bank Banten terus memperkuat literasi keuangan masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan finansial di tengah dinamika ekonomi. Melalui berbagai media edukasi, Bank Banten mengajak masyarakat memahami pengelolaan keuangan, mengenali risiko investasi, serta mengambil keputusan finansial secara bijak dan terencana.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Bisnis Bank Banten, Slamet Riyadi, dalam wawancara bersama RRI Banten pada Rabu (24/6/2026). Menurutnya, literasi keuangan menjadi fondasi penting agar masyarakat mampu menghadapi tantangan ekonomi sekaligus menyusun perencanaan keuangan yang lebih matang.

Baca jugaBank Banten Ingatkan Masyarakat Waspadai Hoaks dan Akun Palsu yang Mengatasnamakan Perusahaan

Slamet menjelaskan, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan tidak hanya mendorong kebiasaan menabung, tetapi juga membantu masyarakat memilih instrumen investasi yang sesuai dengan kebutuhan, tujuan keuangan, dan profil risiko masing-masing.

“Literasi keuangan menjadi kunci agar masyarakat mampu mengambil keputusan finansial yang tepat. Ketika memahami cara mengelola keuangan dengan baik, masyarakat akan lebih siap menghadapi berbagai dinamika ekonomi, termasuk inflasi yang dapat memengaruhi daya beli,” ujarnya.

Ia menegaskan, setiap instrumen investasi memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda. Karena itu, masyarakat tidak sebaiknya hanya tergiur oleh potensi keuntungan, tetapi juga memahami risiko yang menyertai setiap pilihan investasi.

Menurut Slamet, investor dengan karakter konservatif umumnya memilih instrumen berisiko rendah, seperti deposito atau reksa dana. Sementara itu, masyarakat yang memiliki toleransi risiko lebih tinggi dapat mempertimbangkan instrumen seperti saham.

Pemilihan investasi, katanya, harus disesuaikan dengan karakter dan tujuan keuangan masing-masing.

Selain itu, Slamet mengingatkan bahwa inflasi yang berlangsung secara berkelanjutan dapat mengurangi daya beli masyarakat. Oleh sebab itu, setiap orang perlu menyusun perencanaan keuangan, mengatur prioritas pengeluaran, serta menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan dan investasi jangka panjang.

Baginya, investasi bukan hanya bertujuan memperoleh keuntungan, tetapi juga menjadi langkah menjaga nilai aset agar tidak tergerus inflasi. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu membangun kondisi keuangan yang sehat, stabil, dan berkelanjutan.

Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Banten terus menghadirkan berbagai program edukasi keuangan bagi berbagai lapisan masyarakat. Program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, membantu masyarakat memilih instrumen investasi sesuai profil risiko, sekaligus mencegah praktik investasi yang tidak dipahami atau berpotensi merugikan.

Melalui penguatan literasi keuangan yang dilakukan secara berkelanjutan, Bank Banten berharap semakin banyak masyarakat mampu merencanakan keuangan dengan lebih baik, membangun kebiasaan berinvestasi secara bijak, serta memiliki ketahanan finansial yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.   (Red)

Tinggalkan Komentar