Pemkab Pandeglang dan Polres Perkuat Program Poliran

      Info Daerah - 6 November 2026
      Pemkab Pandeglang dan Polres Perkuat Program Poliran

      INFODAERAH.COM, PANDEGLANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang menggandeng Polres Pandeglang untuk menekan angka pengangguran. Kedua pihak sepakat menjalankan program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran).

      Bupati Pandeglang Hj. Raden Dewi Setiani bersama Kapolres Pandeglang AKBP Sonny Harsono menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Bupati Pandeglang, Jumat (6/11/2026).

      Bupati Dewi Setiani menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai program Poliran menjadi bentuk kepedulian kepolisian terhadap persoalan sosial dan ketenagakerjaan.

      Ia berharap kolaborasi ini mampu menekan angka pengangguran. Selain itu, program tersebut diharapkan membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat.

      “Kami sangat menyambut baik program ini. Mudah-mudahan melalui kolaborasi dan sinergi yang terbangun, angka pengangguran di Kabupaten Pandeglang dapat ditekan sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki kesempatan untuk bekerja dan meningkatkan taraf hidupnya,” ungkapnya.

      Pemkab Ajak Berbagai Pihak Berkolaborasi

      Bupati Dewi Setiani menegaskan bahwa pengangguran menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk mengatasi persoalan tersebut.

      Ia mengajak kepolisian, dunia usaha, lembaga pelatihan, serta pemerintah desa dan kelurahan untuk terlibat. Kolaborasi ini bertujuan membuka akses informasi dan kesempatan kerja bagi masyarakat.

      “Melalui program Poliran, pendataan masyarakat pengangguran dapat dilakukan secara lebih terarah sehingga bantuan pelatihan dan peluang kerja benar-benar tepat sasaran. Dengan begitu, masyarakat Pandeglang semakin mandiri, produktif, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

      Dewi Setiani berharap penandatanganan MoU tersebut menjadi awal kerja sama berkelanjutan. Pemkab Pandeglang dan Polres Pandeglang ingin membangun langkah bersama untuk mengatasi pengangguran.

      “Dengan demikian, program Poliran tidak hanya menjadi upaya meningkatkan produktivitas masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari langkah bersama dalam mewujudkan Pandeglang yang aman, sejahtera, dan berdaya saing,” tandasnya.

      Poliran Dukung Keamanan dan Ketertiban Masyarakat

      Sementara itu, Kapolres Pandeglang AKBP Sonny Harsono menjelaskan bahwa Poliran merupakan salah satu program Kapolri. Ia menyebut program tersebut juga pernah ia terapkan saat menjabat sebagai Kapolda Banten.

      Menurut Sonny, Poliran tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan pekerjaan. Program ini juga mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

      Ia menilai masyarakat yang memiliki pekerjaan dan kegiatan produktif dapat membantu menekan potensi kriminalitas.

      “Ending dari program ini adalah bagaimana kita bisa mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Pandeglang. Ketika pengangguran sedikit dan masyarakat yang bekerja semakin banyak, maka kamtibmas akan lebih mudah terwujud,” ujarnya.

      Sebaliknya, tingginya angka pengangguran berpotensi memicu persoalan sosial. Kondisi tersebut juga dapat mengganggu keamanan lingkungan.

      “Oleh karena itu, program ini diharapkan dapat mereduksi angka kriminalitas melalui pemberdayaan masyarakat agar lebih produktif,” tambahnya.

      Dalam pelaksanaannya, Poliran akan mendorong masyarakat tanpa pekerjaan untuk mengikuti pelatihan keterampilan atau soft skill.

      Polres Pandeglang akan menggandeng berbagai pihak, termasuk Balai Pelatihan Kerja (BLK). Langkah ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat agar siap memasuki dunia kerja atau membuka usaha mandiri.

      “Untuk mendukung pelaksanaan program, Bhabinkamtibmas akan berkoordinasi dengan perangkat desa, kelurahan, serta pendamping desa guna melakukan pendataan terhadap warga yang belum memiliki pekerjaan. Data tersebut selanjutnya menjadi dasar untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan, peningkatan keterampilan, serta peluang penempatan kerja yang dapat diakses oleh masyarakat,” ujarnya.

      (Red)

      Tinggalkan Komentar