INFODAERAH.COM, KOTA BEKASI – Panitia Besar (PB) Porprov XV Jawa Barat 2026 mengapresiasi perhatian dan masukan masyarakat terkait materi publikasi Porprov. Salah satu masukan tersebut menyangkut desain grafis yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
PB Porprov menilai masukan masyarakat sebagai bahan evaluasi. Langkah ini penting untuk menjaga kualitas informasi dan identitas visual penyelenggaraan Porprov XV Jawa Barat 2026.
Untuk mendukung kebutuhan publikasi, Tim Multimedia dan Marketing Communication (Marcomm) PB Porprov telah menyediakan desain resmi. Materi tersebut dapat menjadi acuan bagi panitia pelaksana (panpel) cabang olahraga dan pihak terkait.
Desain Resmi Jadi Acuan Publikasi
PB Porprov juga menyediakan file sumber atau raw material. Pihak yang membutuhkan dapat mengaksesnya melalui koordinasi dengan bidang terkait.
Ketersediaan desain resmi ini bertujuan memudahkan para pemangku kepentingan. Mereka dapat mengembangkan desain dan memproduksi materi publikasi sesuai kebutuhan.
Selain itu, acuan tersebut membantu menjaga keseragaman identitas visual. Informasi yang disampaikan kepada masyarakat juga harus tetap akurat.
PB Porprov mengimbau seluruh panpel dan pihak terkait agar berkoordinasi dengan Bidang Media dan Marcomm. Koordinasi perlu dilakukan sebelum mereka memproduksi, menerbitkan, atau memasang materi publikasi.
PB Porprov Ajak Panpel Perkuat Koordinasi
Koordinasi tersebut juga mencakup penyesuaian desain dan penggunaan teknologi. Dengan demikian, setiap materi publikasi tetap mengacu pada standar resmi penyelenggaraan.
Panpel dan pihak terkait juga dapat mengonfirmasi status persetujuan materi publikasi kepada Bidang Media dan Marcomm.
Langkah ini bertujuan membangun pemahaman bersama. Selain itu, koordinasi memudahkan proses pemeriksaan dan penyempurnaan materi jika diperlukan.
PB Porprov mengapresiasi kontribusi seluruh pihak dalam menyemarakkan Porprov XV Jawa Barat 2026.
Melalui komunikasi dan koordinasi yang baik, publikasi diharapkan mampu mendukung kelancaran penyelenggaraan. Informasi yang tersaji juga harus akurat dan mudah dipahami masyarakat.
(Red)
