Sementara pelaksana PT. Bona Jati Mutiara saat di konfirmasi terkait ambrolnya kegiatan peningkatan jalan menyalahkan adanya kandungan air dan mata air yang menyebabkan ambrol.
” Penyebabnya kandungan air pada posisi longsor sangat banyak, mata airnya juga cukup deras,” katanya
Pelaksana PT. BJM mengaku semua pemancangan menggunakan hammer crean, terkecuali yang di bawah kabel sutet tidak bisa menggunakan hammer crean karna tinggi crean hanya 24 meter sedangkan sutet tingginya 16 meter, jadi menggunakan tripot labrang.
Ketika disinggung tidak adanya Kontruksi pembesian pada pekerjaan jalan yang ambrol paksana PT. BJM berdalih bahwa kontruksi pembesiannya sudah ada.
” Ada kok pa pembesiannya,” katanya.
Fakta-fakta di lokasi kegiatan yang terpantau oleh media terdapat bahwa kontruksi pembesian baik itu kontruksi pembesian tiebar atau pun Segmen Dowel terlihat jelas tidak ada. Semuanya terlihat dengan visual dan diabadikan oleh wartawan. (Madrawi)