Tokoh Lebak Minta Aparat Usut Terduga Penghina Pakaian Adat Baduy

Info Daerah - Selasa, 17 Agustus 2021 - 12:47 WIB
Tokoh Lebak Minta Aparat Usut  Terduga Penghina Pakaian Adat Baduy
Tokoh Lebak Minta Aparat Usut Terduga Penghina Pakaian Adat Baduy ()
Penulis
|
Editor

Salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Lebak, Unro Aljuhri meminta aparat kepolisian memeriksa pemilik akun twitter @pawletariat yang di anggap mengeluarkan kata-kata yang menghina budaya lokal.

“Terkait dengan adanya Twitter yang beredar saya selaku masyarakat Lebak meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas

karena itu termasuk penghinaan terhadap budaya lokal bahkan penghinaan kepada Presiden, ” kata Unro Aljuhri, tokoh masyarakat Kabupaten Lebak, Selasa (17/8/2021)

Sebagai masyarakat Lebak, Unro mengaku tak terima jika warga Baduy di identikan sebagai penjual madu yang jongkok di perempatan jalan.

Diri nya juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Presiden Joko Widodo yang sudah mengenakan baju adat Baduy saat pidato kenegaraan.

“Ini suatu kehormatan bagi masyarakat Baduy, Lebak dan Banten pada umumnya ini sebagai bukti bahwa budaya Baduy mendapatkan tempat special di level nasional dan internasional,” imbuhnya.

Senada dengan Unro, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lebak, Jafar Toha juga mengaku geram,

Dengan beredarnya cuitan yang menurutnya tidak hanya menghina presiden, namun juga menghina budaya Baduy.

Ketua KNPI Lebak meminta aparat penegak hukum segera melakukan proses hukum kepada pemilik akun twitter @pawletariat.

Kata Jafar, walau pun sudah di hapus, cuitan itu sudah di baca oleh warganet, maka proses hukum harus di lakukan.

“Kami tak terima saudara-saudar kita, warga Baduy yang ada di Kabupaten Lebak di rendahkan,” tegas Jafar.

Setelah di selidiki oleh warganet, kabarnya akun @pawleatariat mempunyai nama asli Bernie Mohammad alias Dio.

Halaman:
1
2
3
4

Tinggalkan Komentar

Close Ads X