Ia merupakan seorang pekerja di salah satu media berita di Indonesia.
Sebelum akun Twitternya di hapus ia sempat menuliskan permintaan maafnya karena telah berlaku demikian.
” terkait dengan tweet gue soal Baduy, Saya cuma mau bilang gini: saya sama sekali nggak ada niat untuk menghina suku Baduy.
Saya tahu Baduy memiliki nilai dan kearifan yang sangat luhur.
Tapi memang benar saya memiliki keprihatinan terhadap suku Baduy yang harus berjalan kaki ratusan kilometer
kemudian menggelandang di Jakarta demi jualan madu hutan Rp100.000 per botol.
Dengan demikian saya meminta maaf atas cuitan saya, khususnya kepada warga Baduy.
Saya mengakui kesalahan dan akan belajar lebih bijak dalam mengeluarkan pendapat soal masyarakat adat nusantara,” tulisnya.(*)