retribusi daerah, dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan”, jelasnya.
“Kami berharap dengan pemeriksaan ini akan mendapatkan suatu gambaran umum tentang bagaimana pengelolaan PAD yang di lakukan oleh pemda dalam upaya mendorong kemandirian fiscal,
dengan adanya gambaran tersebut maka di harapkan kita dapat memberikan rekomendasi yang lebih tepat kepada seluruh pemda dalam pengeloaan PAD untuk kemandirian fiscal di daerah”, pungkasnya.
Sementara Bupati Pandeglang pada saat yang sama mengucapkan terima kasih kepada BPK RI yang selalu bisa mengawal,
membimbing serta mengarahkan jajarannya dengan memberi semangat dan memotivasi,
“kami selalu memohon arahan dan bimbingan dari seluruh Tim BPK RI agar pengelolaan keuangan Negara ini tetap bisa on the track,
dan alhamdulilah kami bisa meraih predikat WTP lima kali berturut-turut”, ujarnya.
Mohon keikhlasannya jangan lelah membimbing kami, lanjut Irna,
“karena dengan begitu kami akan lebih bisa transparansi dan akuntabilitas nya lebih baik.
Kami juga berharap PAD kami kedepan makin meningkat tajam,
daerah kami potensi nya sangat tinggi, tapi kami juga keterbatasan sumber daya,
maka kami mohon arahan dan bimbingannya supaya kami lebih baik dalam pengelolaan PAD”, tutupnya.