Dampak Sanitasi Buruk Mengancam Masa Depan Anak-anak Bantaran kali Irigasi

Info Daerah - Sabtu, 6 November 2021 - 14:13 WIB
Dampak Sanitasi Buruk Mengancam Masa Depan Anak-anak Bantaran kali Irigasi
Istimewa ()
Penulis
|
Editor

Memang saat ini tidak ada catatan gizi buruk dan stunting balita di kawasan tersebut,

namun kesalahan asupan anak-anak dapat mempengaruhi kecerdasan dan kemampuan kognitif mereka kelak.

Rendahnya penghasilan keluarga menjadi alasan ibu-ibu memberikan asupan makan seadanya bagi anak-anaknya.

Setidaknya, mereka memastikan anak-anak terutama balita mendapat ASI dan susu yang cukup.

Nurhasanah (41 tahun), yang saat di temuin tengah hamil anak ke 7.

Ia menempati rumah petakan bersama suami dan empat anaknya.

Dua anak lainnya telah menikah dan tinggal di rumah terpisah.

Namun makan sehari-hari, Nurhasanah mengandalkan penghasilan suaminya yang bekerja sebagai tukang bangunan.

Cukup untuk nasi dan lauk sehari-hari dan beli susu di warung untuk anak-anak, ujarnya sambil melirik anak laki-laki berusia sekitar 3 tahun yang mendampinginya hari itu.

Merasa di bicarakan, bocah kecil itu segera meraih sesachet susu kental manis dari rak kecil yang menyimpan barang-barang mereka.

Dengan lancar bocah itupun menceritakan ia sudah bisa menyeduh sendiri susu yang di beli sang ibu dari warung, untuk di minum pagi dan malam hari.

Nurhasanah mengakui, anaknya telah mengkonsumsi kental manis sejak selesai ASI.

Ketua Bidang Advokasi Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) Yuli Supriati mengakui sulitnya mengedukasi masyarakat mengenai konsumsi makanan bergizi dan mengubah persepsi tentang susu kental manis.

Memang susu itu penting.

Namun bila anak di beri susu yang salah, seperti susu kental manis, justru akan berbahaya bagi anak.

Ini yang masih menjadi PR saat mengedukasi masyarakat.

Saat masyarakat di hadapkan pada masalah ekonomi, sementara anak membutuhkan susu,

maka pilihan mereka jatuh pada kental manis, yang tersedia kemasan sachet dan di anggap harganya terjangkau.

Bagi masyarakat, yang penting anak minum susu, padahal yang dikasih sejatinya hanya gula, jelas Yuli.

(Red)

Halaman:
1
2

Tinggalkan Komentar

Close Ads X