menciptakan SDM yang berkualitas dan profesional. Serta memfasilitasi pertukaran informasi gerakan peningkatan produktivitas Nasional daya saing,
dengan aktifitas dan inovasi,” ujar Direktur Bina Instruktur Dan Tenaga Pelatihan, Syamsi Hari, SE,.MM, Selasa (9/10/21).
Ia menyampakan adapun sasaran pendidikan dasar tersebut adalah Instruktur /Calon Instruktur Produktivitas dari seluruh Indonesia,
yang di saring melalui proses seleksi,di lakukan dengan melibatkan Pusdiklat, Dit Intala,Dit Produktivitas,Dit Stankom,Biro Kepegawaian dan BNSP, terdiri darai :
Sebagai adalah materi h pendidikan dasar yang di ajarkan selama enam bulan terbagi empat bagian dengan total pendidikan dasar instruktur produktivitas tahun 2020 di mulai tanggal 08 sampai dengan 21 Maret 2020 dengan 57
lalu untuk yang kedua, jumlah 1 sampai dengan 15 unit, kompetensi metodologi lanjutan online tahun 2020 di mulai pada tanggal 09 Oktober sampai dengan 23 November 2020 sebanyak 200 JP.
Kemudian ketiga, Jumlah 8 – 17 Kompetensi Produktivitas lanjutan Offline di mulai tanggal 27 Mei – 22 Juni 2021 durasi 208 JP
Selanjutnya keempat, pelatihan Dasar Instruktur Produktivitas Lanjutan Offline 2021 di mulai tanggal 9 Agustus – 10 November 2021 durasi 452 JP.
Dan yang terakhir adalah On Job Training (OJT) selama satu bulan di BBPLK Bekasi.
“Jika di total keseluruhan 917 JP, Micro dan Marco teaching di laksankan di BBPLK Bekasi,” sebutnya.
Syamsi Hari, menjelaskan untuk methode yang di gunakan dalam pelatihan tersebut meliputi ; Ceramah dan diskusi, presentasi,
praktek kelas,permainan games, Micro Dan Macro Teaching dan OJT di BBPLK Cevest Bekasi,
kata dia, Pada pelatihan tersebut peserta berjumlah 15 orang, berasal dari Instruktur/ Calon Instruktur Produktivitas UPTP, UPTD bidang Produktivitas dan Disnakertrans Seluruh Indonesia.
“kami berharap,semoga ilmu yang sudah di dapatkan melalui Pelatihan dasar Instruktur Produktivitas selama 6 bulan ini,
dapat bermanfaat bagi peserta untuk mengawal SDM Indonesia ber – kompeten dan profesional di daerahnya masing-masing” tuturnya (*).