Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk yang terlayani di wilayah administrasi sebanyak 146.082 jiwa atau 5,9 % dari jumlah penduduk,
sedangkan penduduk di wilayah teknis yang terlayani sebanyak 146.595 jiwa atau 11,08 % dari jumlah penduduk yang terdapat jaringan pipa perusahaan.
Menurutnya, hal tersebut juga masih belum dapat memenuhi target cakupan layanan Pemerintah Kota Bekasi dalam dokumen RISPAM,
di mana cakupan pelayanan sampai dengan akhir tahun 2020 di targetkan sebesar 39,69%.
“Oleh karena itu untuk mencapai target tersebut, fungsi dan peran Perumda Tirta Patriot perlu terus di optimalkan dengan mendorong peningkatan kinerjanya dalam pelayanan air bersih.
Memperhatikan tugas utama yang di emban, maka dalam pengelolaannya Perumda Tirta Patriot perlu di lakukan secara
profesional, transparan dan akuntabel, yang tidak hanya mengedepankan sisi komersial saja dalam pengelolaannya tetapi juga harus memperhatikan sisi pelayanan sosial,” jelas Wali Kota
Wali Kota mengatakan, untuk pengembangan pelayanan air bersih di Kota Bekasi, Perumda Tirta Patriot mengalami beberapa kendala,
di antaranya kondisi Kota Bekasi yang masih di layani oleh 2 (dua) operator perumda yaitu Perumda Tirta Patriot dan Tirta Bhagasasi.
Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Bekasi juga terus berupaya untuk melakukan langkah-langkah penyelesaian proses pemisahan wilayah layanan kedua perumda tersebut.
Pemkot Bekasi meyakini Perumda Tirta Patriot mampu melayani kebutuhan air bersih seluruh masyarakat Kota Bekasi.