Menurutnya, IPSI Kota Bekasi sedang mempersiapkan diri dalam menghadapi ajang akbar tersebut.
“Karena saingan pencak silat di Jawa Barat semakin ketat, tapi untuk atlet kita pokoknya jawara harus jadi juara,” tegas Malik.
Ia menambahkan, kerja keras akan dilakukannya untuk meraih target tiga besar. Meski terdapat sedikit hambatan lantaran atlet silat yang bertarung dalam PON Papua tidak bisa mengikuti Porprov Jabar mendatang.
“Karena faktor usia jadi mereka tidak bisa ikut, tetapi kita akan tetap optimis dengan adanya generasi baru pesilat Kota Bekasi,” ujarnya.
Di tempat yang sama Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bekasi Abdul Rosyad mengungkapkan, Kota Bekasi memiliki lebih dari 80 perguruan pencak silat. Dalam satu perguruan silat diantaranya memiliki anggota hingga 1000 orang.
“Ini sangat luar biasa, kita akan terus melakukan regenerasi agar warisan bangsa bisa tumbuh dan berkembang,” kata pria yang akrab disapa Iyan.
Dia menambahkan, untuk mencapai target tiga besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat, KONI Kota Bekasi minimal harus memboyong 95 medali emas. Sementara dari hasil evaluasi seluruh cabang olahraga yang ada setidaknya dapat ditarget pengumpulan emas sebanyak 107 medali. Dengan demikian maka target masuk tiga besar diproyeksikan tidak hanya jadi isapan jempol belaka.
“Mudah-mudahan target ini akan tercapai. Kemudian untuk para pesilat IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Kota Bekasi jangan ragu untuk menjadi atlet,” pungkasnya.
(Tiara)