serta Melanjutkan pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kemampuan adaptasi teknologi.
“Menghadapi resiko pandemi Covid-19 serta ketidakpastian bidang kesehatan dan perekonomian nasional,
saya mengajak seluruh lembaga atau instansi vertikal agar dapat mengelola Dipa tahun 2002 secara lebih cermat, transparan dan akuntabel
sehingga memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lebak” Tegas Bupati
Sementara itu Kepala KPPN Rangkasbitung Wahyudi Sugiharto dalam laporannya mengatakan meski menghadapi dinamika ketidakpastian,
perekonomian Indonesia khususnya wilayah Lebak di Tahun 2022 di proyeksikan akan melanjutkan pemulihan yang makin kuat,
penanganan pandemi yang efektif berhasil mengendalikan varian delta dengan lebih cepat sehingga aktivitas perekonomian kembali meningkat.
“Sebagai penutup, kami mengharapkan DIPA Tahun 2022 dapat segera di tindaklanjuti agar kegiatan dapat di laksanakan segera di awal tahun 2022 dan di rasakan manfaatnya oleh masyarakat,
serta proses pengadaaan sudah bisa di mulai proses pelelangan sampai penandatanganan kontrak,
jadi bulan Januari 2022 pelaksanaan pekerjaan dan pengadaan barang dan jasa sudah bisa di mulai” Pungkas Wahyu.
(Rizki/Humas)