“Saya awalnya membuka percetakan kertas terus bangkrut karena sistemnya penagihan perbulan sekali itu paling cepat jadi tidak efektif buat jangka panjang,
terus ada sisa uang 5 juta di akhir tahun 2012 saya langsung membeli alat alat sablon dan terus belajar belajar sablon hingga saat ini,” ungkapnya.
Dalam perkembangan VooDoo Cloth hingga saat ini Mas Yogo menggunakan sistem aplikasi sablon kaos berbasis android untuk mempermudah pesanan pelanggan
“Nanti satu dekade VooDoo Cloth, saya mau mengadakan acara, mudah-mudahan di support oleh WB dan UMKM lainnya entah di GOR apa di mana lah… Nanti di bicarakan dekadenya VooDoo,
Jadi sekalian launching aplikasi VooDoo Cloth juga. Sementara aplikasi masih Devoloper, ” papar Mas Yogo.