“Pada agenda sebelumnya saya di undang oleh salah satu Radio di Kota Bekasi,
Untuk berdiskusi perihal Kota Bekasi sehat tanpa sampah, mulai dari mengurangi sampah dari hulu.
Misal dengan program bank sampah, dan memanfaatkan sampah unorganic di kelola menjadi sebuah hal yang ekonomis,
dan yang organic di lakukan dengan budidaya magot,” terangnya.
Tabah sendiri di fokuskan untuk minyak jelantah,
dengan berbagai produk olahan yang nantinya apakah di buat menjadi sabun, lilin, oli dan sebagainya.
Program ini di inisiasi dari Ketua RT.09 sendiri yakni Ferry Cahyadi,
yang memiliki program tersebut, dan seluruh RT di lingkungan RW.21 mendukung program ini untuk di jalankan.
“Bahwa program ini hadir untuk menambah kas RT, karena jika hanya mengandalkan kas RT saja maka tentu sangat kurang,
oleh karenanya perlu di lakukan terobosan bagaimana memanfaatkan limbah jelantah yang bisa menambah kas RT,” ujar Ferry.
Syaifudin sendiri menambahkan dengan hal tersebut, tentu lingkungan akan menjadi bersih,
dan RT serta lingkungannya akan memiliki tambahan untuk di gunakan sebagai uang kas.
Dinas Lingkungan Hidup yang hadir dalam agenda tersebut pun sangat mengapresiasi apa yang telah di laksanakan,
hal tersebut masuk dalam tahapan mulai dari mengurangi, mendaur ulang, dan memanfatkan kembali.
Sementara Bang Choi, turut mengapresiasi dan mendorong untuk terus di kembangkan,
dan juga mengajak para Ibu untuk sama-sama menabung minyak jelantah dan di tukar dengan emas murni meskipun di mulai ukuran terkecil dengan cara bekerjasama dengan pihak-pihak terkait.
(Red)