Saya kira kecepatan penularan akan sangat masif, kalau itu tidak disiapkan isolasi terpusat di kelurahan itu atau paling tidak di kecamatan,” ujarnya.
Selain itu, Wildan juga meminta kepala daerah untuk merencanakan dan menyiapkan rumah sakit daerah, termasuk rumah sakit cadangan dan rumah sakit darurat.
Hal tersebut perlu dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi lonjakan sehingga kapasitas rumah sakit penuh.
“Paling tidak kita memiliki – di dalam perencanaan itu – bagaimana kalau rumah sakit itu penuh. Jangan (rumah sakit) sudah penuh baru menyiapkan. Akan terlambat,” imbuhnya.
Wildan juga meminta agar para kepala daerah rajin turun ke lapangan untuk mengontrol langsung kondisi di lapangan, terutama menyangkut percepatan vaksinasi.
“Rekomendasi LK-PCNU Kota Bekasi
segara buka gedung isoman terpusat, evaluasi PTM, tuntaskan vaksinasi Primer dan Booster. Jangan menganggap enteng tiap kasus yang ada, apalagi mengucilkan warga yang terkena Covid-19,” tegasnya.
(GUN)