Oleh : Firdaus
INFODAERAH.COM, ARTIKEL – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di dirikan tepatnya pada 9 Februari 1946 di Solo, Jawa Tengah.
Berdiri di tengah perlawanan mempertahankan kemerdekaan, pada saat itu para wartawan dan pemimpin media dari berbagai penjuru tanah air menyepakati pembentukan PWI sebagai organisasi perjuangan masyarakat pers dalam mempertahankan kemerdekaan.
Siwo PWI Pusat Berikan Penghargaan Inisiator Olahraga Indonesia 2022
Bupati Karawang Dukung Peningkatan Kompetensi Wartawan
PWI Lebak Kutuk Keras Penganiayaan Kepada Wartawan
Organisasi Jurnalis Kecam Pengusiran Wartawan oleh Anggota Trantib dan Polisi Sepatan Timur
Pertemuan tersebut juga memilih Mr Sumanang sebagai Ketua PWI dan Sudarjo Tjokrosiswojo sebagai sekretaris,
juga menyetujui pembentukan sebuah komisi beranggotakan 10 orang. Selain Sumanang dan Sudarjo,
mereka adalah: Sjamsuddin Sutan Makmur (Harian Rakyat Jakarta), B.M. Diah (Harian Merdeka, Jakarta), Abdul Rachmat Nasution (kantor berita Antara, Jakarta),
Ronggo Danukusumo (Suara Rakyat, Mojokerto), Mohammad Kurdie (Suara Merdeka, Tasikmalaya),
Bambang Suprapto (Penghela Rakyat, Magelang), Sudjono (Surat Kabar Berjuang, Malang)
dan Suprijo Djojosupadmo (Surat Kabar Kedaulatan Rakyat,Yogyakarta).
Komisi tersebut bertugas merumuskan hubungan antara wartawan sebagai pekerja pejuang dan Suratkabar sebagai lembaga usaha (Panitia Usaha).