Karena sudah mengkhawatirkan hingga sampai TNI di adu dengan pemiliknya sendiri yakni rakyat.
“Saya minta kepada semua pihak untuk mewaspadai bahaya laten ‘adu domba’ ini.”
“Karena bahaya adu domba ini lebih besar dari bahaya Covid-19, dampaknya bangsa ini bisa terpecah,” tegas Habib yang dekat dengan beberapa tokoh nasional ini.
Untuk itu, saatnya sekarang ini kita hentikan semua saling curiga, ketidak percaya satu sama lainnya melalui dialog dan silaturahmi.
“Karena saya yakin kalau TNI dan rakyat itu satu. Seperti semboyannya TNI selama ini, yakni dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat.”
“Dan, kita semua tau kalau TNI bukan milikmu, tapi milik kita, rakyat Indonesia,” katanya.
Senada dengan Habib Umar Alhamid, Ketua Akur Sedulu Cilegon Banten (ASC), mengatakan “saya dan saudara-saudara kami di Banten yakin, yang di maksud Bapak Dudung pasti bukan menyamakan Tuhan dengan manusia.
Untuk itu, saya mengajak agar kita proporsional dan adil dalam menilai pernyataan Bapak Dudung tersebut” ujar Edi.
Edi Juga mengatakan “kita wajib menyayangi dan mencintai TNI dan Polri dengan apa adanya. Karen TNI Polri adalah milik kita bersama, untuk menjaga keharmonisan dalam bingkai NKRI mari kita kembangkan untuk berprasangka baik kepada para pemimpin kita” tandas Edi mantan aktifis Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Barat ini.
(Red)