Tentunya hal ini mendapat apresiasi positif dari Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto,
Ia juga menyampaikan rasa syukurnya atas kepedulian masyarakat terhadap anak-anak penyandang disabilitas ini membuktikan Kota Bekasi sebagai kota ramah anak.
“Bersyukur dan sangat mengapresiasi atas kepedulian dari workshop Batik Sri kepada anak-anak kita, penerus generasi yang sangat luar biasa ini.
Dengan memberikan pelatihan ini sehingga anak-anak kita berkesempatan untuk berkreasi dengan mendapatkan edukasi,
ini juga membangun kecintaan anak-anak kita terhadap budayanya,” jelas Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto
Lanjut Tri mengungkapkan kegembiraannya saat mengunjungi kegiatan pelatihan membatik, ”Senang dan bergembira bisa memiliki kesempatan berkunjung ketempat yang amat luar biasa ini,
melihat anak-anak tercinta belajar dan mengenal cara membatik bersama.
Jadi saya bersama Bu Wiwiek dan Ibu Sri Sunarni pemilik dari Batik Sri untuk bertemu serta menyapa langsung di kegiatan disini,” tutur Tri Adhianto
Dengan membatik, para penyandang disabilitas dan kaum milenial di harapkan semakin mencintai batik. Dan di era globalisasi saat ini, budaya membatik tidak boleh luntur,
namun harus tetap eksis terjaga dan juga di tuntut bisa mengikuti zaman.
Sehingga harus ada inovasi, mengkolaborasikan ragam batik di era digitalisasi.
(EZ/ST/IKI)