“Untuk mahasiswa, dari KAMMI memang belum pernah di libatkan. Nah kalau itu perlu di tanyakan ke Pemda, kenapa kami tidak pernah di libatkan?” Katanya.
“Mahasiswa kan sering terjun ke masyarakat. Di kampus sendiri banyak mahasiswa disabilitas. Tapi pelayanan pembelajaran juga masih kurang. Misal pelayanan kursi roda malah di siapkan oleh pihak lain bukan oleh Pemda,” tambahnya.
Gubernur Arinal Ajak Semua Pihak Berikan Perhatian Maksimal kepada Penyandang Disabilitas
Saat di tanya alasannya, kemungkinan kata Ruby karena tidak adanya kerjasama, kolaborasi antar lembaga dan pemerintah padahal masalah tidak akan bisa di selesaikan sendiri-sendiri. “Memang tidak bisa bertindak sendiri, Harus kolaborasi. Padahal mahasiswa konsen di bidang pendidikan,” ujarnya.
Ia berharap ke depan instansi terkait bisa berkolaborasi, misalnya mahasiswa dengan stakeholders demi merealisasikan kewajiban pemerintah terutama yang termuat dalam Peraturan daerah.
(Denis)