Di satu sisi dengan manfaatkan teknologi tersebut mengurangi interaksi sehingga bisa memperkecil risiko terjadinya penyimpangan.
“Para taruna atau perwira remaja terus kembangkan kompetensi diri sehingga nanti jadi polisi muda unggul profesional dan dapat diandalkan,” jelas Sigit.
Mantan Kadiv Propam itu lalu menekankan tiga kompetensi. Kompetensi teknis, etika dan leadership.
Kompetensi teknis menjadi hal yang harus di miliki karena terkait pelaksanaan tugas pokok.
Misalnya di era teknologi informasi ini muncul kejahatan baru.
Seperti robot trading, pinjol ilegal, cyber terorism dan tentunya ini membutuhkan kemampuan yang terus di asah.
“Jadi bagaimana kedepan kalian miliki kemampuan tersebut.
Kemampuan digital, bangun talent digital Polri dalam berbagai giat,” ucapnya.
Selanjutnya kompetensi kepemimpinan, Sigit meminta untuk memahami dan melaksanakan bagaimana menjadi first line supervisor yang akan berhadapan dengan anggota dan masyarakat dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
Jadilah pemimpin yang bisa melindungi dan mengayomi.
“Turun langsung ke lapangan jangan biasakan memerintah. Mendengar apa yang terjadi dilapangan, dengar aspirasi masyarakat,” kata Sigit.