Meski begitu, di satu sisi, Sigit menekankan, kepolisian tetap menindak tegas atau tidak kompromi terkait permasalahan yang berpotensi memecah belah bangsa.
“Namun jangan ragu-ragu lakukan tindakan tegas terukur terhadap hal yang sifatnya menimbulkan potensi memecah belah bangsa, meresahkan masyarakat, menimbulkan korban masyarakat.
Terkait peristiwa tersebut rekan-rekan harus lakukan tindakan tegas.
Kita tetap harus junjung tinggi HAM, ikuti aturan yang ada secaea terukur.
Karena memang di berikan kewenangan oleh negara.
Namun demikian kewenangan tersebut harus di lakukan secara terukur dan bisa di pertanggungjawabkan,” papar Sigit.
Dengan melakukan hal tersebut, Sigit berharap, taruna-taruni Akpol akan menjadi pemimpin yang matang ketika visi Indonesia Emas 2045 tercapai.
Sigit pun menyampaikan pesan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) ‘polisi bukan sekadar profesi, melainkan jalan untuk mengabdi’.
“Artinya harapan besar dari pak Presiden tolong di terjemahkan dengan baik.
Kalau anda bisa laksanakan tugas polisi dengan baik, yakinlah bahwa kalian juga tentunya akan mendapatkan posisi, akan mendapatkan kehormatan,” tegas Sigit.
Di sisi lain, Sigit menekankan kepada seluruh taruna-taruni agar selalu siap di tempatkan di manapun dalam bertugas.
Hal ini sejalan dengan semangat ingin mewujudkan Indonesia sentris.