INFODAERAH.COM, DKI Jakarta – Dampak ekonomi COVID-19 telah menggeser kekuatan pasar tenaga kerja. Hal ini di sebabkan karena pemberi kerja mengurangi tenaga kerja dan kebutuhan pengasuhan anak di rumah meningkat.
Mata pencaharian perempuan telah berubah, sehingga menjadi semakin penting di banding untuk memanfaatkan perkembangan ekosistem digital untuk pemberdayaan ekonomi perempuan.
Saat ini, perekonomian Indonesia di topang oleh usaha berskala mikro.
Sebanyak 61% perekonomian Indonesia terdiri atas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan mayoritas (64%) pelaku usaha tersebut adalah perempuan.
COVID-19 telah menyebabkan guncangan pada pasar tenaga kerja di sektor formal sehingga penduduk berpendapatan rendah terpaksa beralih menjadi pelaku usaha atau pekerja informal.
Kembali Promosikan Pariwisata, bank bjb Bersama Ride-O Gelar Fellowship Bandung-Jogjakarta
Rekomendasi Rapimnas SMSI di Mabes TNI Angkatan Darat Jakarta, 21-22 Juli 2022
Aktivis Jakarta Raya Ngopi Bareng, Diawali dengan Tebar Benih Ikan dan Tanam Pohon
Laporan Women’s World Banking mengenai Ketahanan Ekonomi dan Adopsi Digital Di Antara Pengusaha Ultra Mikro di Indonesia merangkum penelitian paling menyeluruh hingga saat ini mengenai segmen pengusaha ultra-mikro di Indonesia.