Agnes Salyanti menyampaikan Women’s World Banking melakukan kajian melibatkan lebih dari 1300 responden untuk memotret karakteristik pelaku usaha ultra mikro.
Pengenalan karakteristik yang tepat akan bisa membantu merancang produk layanan keuangan yang tepat.
Berdasarkan hasil riset, karakteristik pelaku usaha ultra mikro di dominasi oleh entrepreneur by necessity yang usahanya lebih bersifat informal, masih belum memiliki pengelolaan usaha yg baik.
Riset juga menemukan bahwa tabungan memiliki peran yg penting untuk membantu pelaku usaha bertahan ketika ada goncangan perekonomian.
Eddy Satriya – Deputi Bidang Usaha Mikro Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos, menyampaikan mengenai tantangan pengembangan UMKM, fokus pemberdayaan dan Pengembangan UMKM,
serta upaya-upaya yang di lakukan untuk pemberdayaan pelaku UMKM perempuan.
Upaya-upaya pemberdayaan UMKM perempuan antara lain melalui dukungan kelembagaan dan pelatihan koperasi yang akan melayani UMKM perempuan,
pelatihan kewirausahaan, pendampingan, dukungan akses pemasaran, serta memperluas akses Pembiayaan.
In in Hanidah dari Oorange UNPAD memberikan tanggapan bahwa pembelajaran dari tinjauan akademis untuk pengusaha mikro perempuan ini adalah proses pendampingan langsung, dengan pendekatan yang intensif di sesuaikan profil sasaran.
Sementara itu Dwi Faiz selaku Head of Programmes UN Women menyampaikan bahwa kemandirian perempuan adalah kemampuan perempuan dalam mengambil keputusan.