Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah, Ririn Kadariyah, dalam sambutannya menyampaikan mengenai peran Pembiayaan UMi dalam menyediakan fasilitas pembiayaan bagi pelaku usaha ultra mikro khususnya pelaku usaha perempuan.
95 persen penerima Pembiayaan UMi adalah pelaku usaha perempuan.
Untuk itu PIP bekerjasama dengan berbagai pihak dalam memberikan pendampingan kepada para pelaku usaha perempuan.
Christina Maynes, Direktur Regional Asia Tenggara Women’s World Banking,
dalam sambutannya menyampaikan bahwa banyak perempuan yang sangat terpengaruh dengan pandemi termasuk para pelaku usaha perempuan
sehingga muncul banyak kekhawatiran mengenai keberlangsungan usaha mereka.
Women’s World Banking bekerja di seluruh dunia dan melakukan riset untuk bisa memberikan masukan dan rekomendasi kebijakan,
untuk menciptakan layanan keuangan yang sesuai untuk perempuan agar bisa berkontribusi terhadap perekonomian.
Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kebijakan Penerimaan Negara, Oza Olavia, dalam keynote speechnya menyampaikan mengenai kondisi perekonomian Indonesia yang terus menunjukkan pemulihan yang tercermin dari beberapa indikator makro ekonomi.
Penguatan perekonomian tersebut tidak terlepas dari peran APBN yang responsive termasuk memberikan dukungan kepada UMKM yang memiliki peran yang sangat penting bagi perekonomian.