Kemudian, para pedagang dalam orasinya menyinggung soal dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.
“Hidup ini sudah sulit, dengan adanyanya cobaan dua tahun kemarin tetapi kini pemerintah justru sangat ambisi untuk merelokasi pedagang pasar ke salah satu wilayah perumahan GCC, sebenernya ini ada apa?” pekiknya dalam orasi para pedagang.
Kordinator FKP2B Yuli Srimuliati mengatakan, aksi para pedagang ini merupakan konsistensi para pedagang untuk tetap menolak di relokasinya para pedagang pasar baru ke pasar sementara GCC walaupun pihaknya sudah beraudiensi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi.



“Kami memang sebelumnya sudah beraudiensi bersama Pj Bupati Bekasi dengan saksi Wakil Ketua DPRD Soeleman dan DPR RI Komisi VI Rieke Diah Pitaloka, di situ kami kecewa karna belum menemukan titik terang, keberpihakan PJ Bupati kepada pedagang, padahal ibu Rike Diah Pitaloka dan wakil ketua DPRD kab Bekasi bapak Soleman Setuju bahwa pasar di bangun dengan APBD/APBN,”katanya.
Baca berita:
Inilah Capaian 100 Hari Kerja Pj Bupati Bekasi Sejak di Lantik
lebih lanjut orang yang sudah berjuang selama 6 tahun lalu kepada pasar cikarang ini menegaskan. dengan di bangunnya pasar melalui APBD/APBN tentunya kami merasa kehadiran pemerintah itu benar nyata, namun menurutnya justru keputusan PJ Bupati Kabupaten Bekasi terbalik, dengan memaksakan menggandeng pihak swasta dalam menyelesaikan persoalan pasar.
“Tinggal bagaimana mau atau tidak Pemerintah Daerah yakni PJ Bupati bersama Dinas terkait dan Legislatif (DPRD) membantu nasib nya para pedagang pasar Cikarang” tuturnya