INFODAERAH.COM, KAB.BEKASI – PT Fajar Surya Wisesa Tbk (Fajar Paper), produsen kertas kemasan terkemuka yang merupakan anggota dari SCGP (Siam Cement Group Packaging) di Indonesia, menerima Penghargaan Industri Hijau 2022 dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia
yang diserahkan oleh Dirjen Industri, Putu Juli Ardika di Jakarta, pada Selasa, 30 November 2021.
Anugerah penghargaan diterima perwakilan PT Fajar Surya Wisesa Tbk,Thomas Kosim.
Atas penghargaan itu, Direktur PT. Fajar Surya Wisesa Tbk, Yustinus Y. Kusumah, menyampaikan Implementasi industri yang ramah lingkungan dalam kegiatan produksi Fajar Paper merupakan tantangan, Sekaligus keuntungan kompetitif dalam perdagangan domestik dan ekspor yang menjadikan Fajar Paper sebagai industri kertas yang berpedoman pada prinsip ramah lingkungan.
“Sebagai perusahaan yang menerapkan Industri hijau tersebut dalam proses produksi Pihaknya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” kata Yustinus Y. Kusumah kepada Infodaerah.com melalui reles Presnya.
Baca berita : Peduli Kemanusiaan, Fajar Paper Bantu Korban Gempa Cianjur
Staf Ahli Menteri Bidang Iklim Usaha dan Investasi Andi Rizaldi saat mewakili Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasamita dalam sambutannya pada acara Penganugerahan Penghargaan Industri Hijau, menyampaikan Sektor industri perlu mendorong daya saingnya untuk dapat memenuhi kebutuhan yang terus meningkat atas produk hijau, baik domestik maupun pasar global.
“Menperin berpesan, industri hijau bukanlah sebuah slogan semata, melainkan aksi nyata sektor industri untuk mencapai keberlanjutan dalam segala aspek, mengingatsektor industri adalah penyumbang kontribusi pertumbuhan terbesar di antara sektor lainnya, mencapai 16,10% pada triwulan III-2022,” ujar Staf Ahli Menteri.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Industri Hijau Kemenperin, Herman Supriadi,melaporkan bahwa pada Penganugerahan Industri Hijau Tahun 2022 ini, Kemenperin memberikan sejumlah 128 piala penghargaan yang dikelompokkan menjadi 2 kategori, yaitu:
1.Penghargaan Industri Hijau kinerja terbaik untuk 61 perusahaan industri yang diberikan kepada perusahaan industri yang telah berhasil mendapatkan sertifikat industri hijau sesuai Standar Industri Hijau (SIH) dan mempertahankan konsistensi penerapan Standar Industri Hijau melalui pelaksanaan surveilan. Hingga tahun 2022 telah ditetapkan 34 SIH dan sejak tahun 2017 sampai tahun 2022, sebanyak 111 Perusahaan telah mengajukan permohonan sertifikasi industri hijau yang pelaksanaannya dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Industri Hijau.
Herman juga menyampaikan, berdasarkan data perusahaan industri peserta Penghargaan Industri Hijau tahun 2022, apabila seluruh industri besar dan menengah di Indonesia menerapkan prinsip industri hijau, diperkirakan potensi penghematan energi mencapai 30.921 Terajoule (TJ) atau setara dengan Rp9,8 Triliun.
“Sedangkan potensi transisi menuju Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 316.519 TJ, yang diperoleh melalui penggunaan panel surya, biomass, juga pemanfaatan limbah sebagai substitusi bahan bakar. Sementara, potensi penghematan air mencapai 8.335 juta meter kubik, setara dengan Rp20 Triliun yang diperoleh melalui upaya efisiensi air dan penggunaan air daur ulang dalam proses produksi,” ungkapnya.
Baca berita: Fajar Paper Bantuan 500 Tanaman Hias ke SMKN 1 Cikarang Utara
Sebagaimana diketahui, Fajar Paper sebagai produsen kertas kemasan dengan kapasitas produksi 1.3 juta ton per tahun dan merupakan salah satu perusahaan yang menerapkan prinsip industri berkelanjutan dan ramah lingkungan (green industry), FajarPaper terus berkomitmen untuk melakukan perbaikan yang berkelanjutan, dengan cara mengoptimalkan mitigasi gas rumah kaca, meningkatkan efisiensi penggunaan air dan energi listrik, maupun efisiensi di dalam proses produksi lainnya.
Pada tahun 2021, Fajar Paper telah memulai upaya untuk konservasi energi dengan menggunakan biogas sebagai salah satu energi terbarukan. Biogas didapat dari hasil samping pengolahan air sisa hasil produksi melalui sistem anaerobik. Biogas digunakan sebagai bahan bakar unit pembangkit listrik, sehingga dapat mengurangi gas rumah kaca.
Kemudian, Fajar Paper juga mengoperasikan 2 unit Insinerator yang dapat memproses sekitar 125 ribu ton sampah padat dalam setahun, serta menghasilkan uap panas sebesar 190 ribu ton yang selanjutnya digunakan untuk proses pengeringan kertas.
Proses yang telah terdaftar pada Clean Development Program (CDM) tersebut, mengurangi sekitar 45 ribu ton gas karbon dioksida dengan mencegah pembentukan gas metana dari pembakaran bahan bakar fosil.
Selain itu, Fajar Paper, yang memiliki sekitar 3.000 karyawan dan 30% dari hasil produksinya diekspor ke manca negara, senantiasa berkomitmen untuk mendukung kemajuan Indonesia melalui berbagai kegiatan CSR perusahaan baik dalam bidang ekonomi, kesehatan, infrastruktur, pendidikan, maupun lingkungan.(Martinus)