INFODAERAH.COM, KAB.LEBAK – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menghadiri peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 dan Bulan Bung Karno yang berlangsung di Museum Multatuli, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (2/6/2026).
Dalam orasinya, Hasto mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, memahami kekuatan gagasan dan tulisan dalam mengubah sejarah. Menurut dia, karya sastra dan pemikiran mampu menjadi alat perjuangan untuk melawan ketidakadilan dan membangun peradaban.
Hasto mengawali orasinya dengan membacakan pantun:
“Jangan remehkan karya sastra,
Ia dapat menghancurkan nafsu kuasa.
Itulah karya Multatuli yang perkasa, Max Havelaar, Mengguncang kolonialisme Belanda.”
Ia mengatakan peringatan Bulan Bung Karno yang diawali dengan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum untuk memahami pentingnya gagasan dalam perjuangan bangsa.
Baca juga : Hasto: Bulan Bung Karno Jadi Ruang Membumikan Gagasan Bung Karno
Menurutnya, pidato-pidato Bung Karno pada hakikatnya merupakan karya pemikiran yang melahirkan cita-cita Indonesia merdeka.
“Pada hari ketika kita memperingati Bulan Bung Karno yang diawali Hari Lahir Pancasila, pidato Bung Karno pada dasarnya adalah karya ide dan gagasan tentang Indonesia merdeka,” ujar Hasto.
Ia menjelaskan bahwa Bung Karno memperoleh inspirasi dari berbagai tokoh dan karya perjuangan, termasuk novel Max Havelaar karya Multatuli. Melalui karya tersebut, Multatuli mengungkap penderitaan rakyat pribumi di bawah kolonialisme Belanda dan menunjukkan bahwa tulisan memiliki kekuatan untuk mengubah keadaan.
“Dalam tulisannya, Multatuli menyuarakan penderitaan rakyat. Namun melalui tulisan itu pula ia mampu mengguncang Belanda. Setelah Max Havelaar terbit pada tahun 1860, lahirlah kesadaran baru yang kemudian berkembang menjadi Politik Etis,” katanya.
Di hadapan para mahasiswa yang hadir, Hasto meminta generasi muda tidak pernah meragukan kekuatan tulisan dan gagasan. Ia menilai sejarah telah membuktikan bahwa sebuah karya mampu memengaruhi arah perubahan sosial dan politik.
“Teman-teman mahasiswa, jangan pernah ragu terhadap tulisan-tulisan saudara. Karya Multatuli telah mengguncangkan dunia.
Karena itu, tulisan juga dapat menjadi alat perjuangan untuk menghadirkan perubahan,” ujarnya.
Hasto berharap para mahasiswa dapat menyerap semangat perjuangan para pendiri bangsa dan meneruskannya melalui karya-karya yang berpihak pada kebenaran.
“Kami berharap adik-adik mahasiswa yang datang ke sini dapat menyerap seluruh spirit perjuangan bangsa. Dari sinilah akan lahir tulisan-tulisan yang mengguncangkan dunia karena melawan ketidakadilan dan memperjuangkan kebenaran,” tuturnya.
Kegiatan peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 dan Bulan Bung Karno ini diinisiasi oleh Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, sebagai ruang untuk membumikan ide, gagasan, dan pemikiran Soekarno kepada generasi muda.
Berbagai kegiatan telah disiapkan dalam rangkaian Bulan Bung Karno 2026, di antaranya pameran foto, surat, dan komik Bung Karno, Festival Kuliner Mustikarasa, diskusi pemikiran Bung Karno, serta istigasah dan haul Bung Karno. (Red)