Andra Soni Libatkan Mahasiswa dalam Musrenbang Banten

Info Daerah - Minggu, 22 Februari 2026 - 14:00 WIB
Andra Soni Libatkan Mahasiswa dalam Musrenbang Banten
Fhoto : Gubernur Banten Andra Soni saat menemui massa aksi dari Aliansi BEM se-Banten di gerbang utama KP3B, Curug, Kota Serang, Jumat (20/2/2026).  (Info Daerah)
Penulis
|
Editor

INFODAERAH.COM, SERANG – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa kritik mahasiswa menjadi vitamin penting bagi pembangunan daerah. Pemerintah Provinsi Banten, kata dia, membutuhkan suara kritis untuk memperbaiki kebijakan dan tata kelola pemerintahan.

Karena itu, Andra Soni memastikan keterlibatan aktif mahasiswa dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun ini.Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menemui massa aksi dari Aliansi BEM se-Banten di gerbang utama KP3B, Kota Serang, Jumat (20/2/2026).

Aksi mahasiswa tersebut menjadi sarana penyampaian kritik dan aspirasi terhadap satu tahun kepemimpinan Andra Soni bersama Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah.

Andra Soni menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Banten tidak alergi terhadap kritik. Ia memandang masukan mahasiswa sebagai energi positif untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kritik mahasiswa adalah vitamin bagi pemerintah. Dari sanalah kami mengevaluasi dan memperbaiki kebijakan agar benar-benar menjawab kebutuhan warga,” ujar Andra Soni.

Ia menjelaskan, sejumlah tuntutan mahasiswa selaras dengan agenda prioritas Pemprov Banten. Pemerintah, menurut dia, fokus membenahi infrastruktur dasar, memperluas akses pendidikan, serta memberantas praktik pungutan liar dalam rekrutmen tenaga kerja.

“Kami merespons harapan masyarakat. Persoalan jalan rusak, akses sekolah yang belum merata, hingga isu pungli menjadi perhatian serius pemerintah,” tegasnya.

Libatkan Mahasiswa dalam Musrenbang RKPD

Pada sektor infrastruktur, Andra Soni menyoroti percepatan pembangunan jalan di wilayah Lebak dan Pandeglang. Meski menghadapi keterbatasan fiskal, Pemprov Banten tetap membantu pembangunan jalan desa yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten.

“Provinsi ikut mendorong pembangunan jalan desa. Jika kita tidak bergerak bersama, masyarakat yang akan dirugikan. Pembangunan harus dirasakan secara adil,” katanya.

Ia juga menyinggung penanganan persoalan lingkungan dan kebencanaan. Pemerintah, lanjut dia, menertibkan tambang ilegal serta menata industri di sempadan sungai untuk mencegah banjir.

“Penutupan tambang ilegal kami lakukan melalui koordinasi lintas sektor. Penataan kawasan sungai harus terus dikawal, dan mahasiswa berperan penting menjaga sikap kritis,” ujarnya.

Sebagai bentuk keterbukaan, Andra Soni memastikan mahasiswa terlibat langsung dalam Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Banten yang akan digelar pada April mendatang.

“Saya ingin mahasiswa tidak hanya mengkritik, tetapi ikut menyusun perencanaan pembangunan. Ini bagian dari pendidikan demokrasi dan upaya menghadirkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” ucapnya.

Menutup pertemuan, Andra Soni mengajak mahasiswa dan masyarakat terus mengawal jalannya pemerintahan.“Banten membutuhkan mahasiswa yang kritis, peduli, dan berani menyuarakan kebenaran. Mari kita bangun Banten bersama,” katanya. (Red)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X