Tensi Politik Lebak Memanas, Pemuda Muhammadiyah Minta Warga Tahan Diri

Info Daerah - Selasa, 31 Maret 2026 - 22:34 WIB
Tensi Politik Lebak Memanas, Pemuda Muhammadiyah Minta Warga Tahan Diri
Sekretaris Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Lebak, Tb. Alfian (Info Daerah)
Penulis
|
Editor

INFODAERAH.COM, KAB.LEBAK – Sekretaris Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Lebak, Tb. Alfian, mengimbau masyarakat tetap tenang di tengah memanasnya tensi politik daerah. Ia meminta seluruh elemen menjaga kondusivitas agar aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan.

Ketegangan muncul setelah konflik terbuka antara Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Wakil Bupati Amir Hamzah. Peristiwa itu terjadi dalam acara Halalbihalal Pemerintah Kabupaten Lebak, Senin (30/3/2026).

Dalam forum tersebut, Amir Hamzah memilih keluar dari acara setelah merasa tersinggung oleh pernyataan Hasbi yang menyinggung masa lalunya sebagai mantan narapidana di hadapan publik.

Baca jugaKonflik Bupati–Wakil Bupati Lebak Ganggu Kinerja Pemerintahan

Baca jugaKetua DPRD Lebak Dorong Rekonsiliasi, Ajak Bupati dan Wakil Bupati Duduk Bersama

Alfian menilai situasi ini berpotensi memicu keresahan. Sejumlah elemen mahasiswa mulai menyuarakan protes. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak terpancing emosi.

“Kami meminta semua pihak, khususnya para pendukung, tidak terprovokasi. Kondusivitas Lebak harus menjadi prioritas agar roda pemerintahan tidak terganggu,” ujar Alfian, Selasa (31/3/2026).

Ia menegaskan, konflik elite tidak boleh merembet ke masyarakat. Stabilitas daerah, menurut dia, menjadi kunci agar program pembangunan tetap berjalan.

“Kalau situasi tidak terkendali, yang dirugikan masyarakat. Karena itu, semua pihak harus menahan diri dan mengedepankan kepentingan publik,” katanya.

Alfian juga mendorong kedua pemimpin daerah segera membuka ruang dialog. Ia menilai komunikasi langsung dapat meredakan ketegangan.

“Masalah ini sebaiknya diselesaikan secara kekeluargaan. Jangan dibiarkan berlarut-larut karena bisa memperlebar konflik,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemuda memiliki peran penting dalam menjaga persatuan.

“Pemuda harus menjadi perekat persatuan, bukan menambah keruh suasana. Energi daerah seharusnya difokuskan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya. (Red)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X