Bima Arya Dorong Aglomerasi Sektoral untuk Atasi Masalah Perkotaan

Info Daerah - Rabu, 29 April 2026 - 19:34 WIB
Bima Arya Dorong Aglomerasi Sektoral untuk Atasi Masalah Perkotaan
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto (Info Daerah)
Penulis
|
Editor

INFODAERAH.COM, TANGERANG – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong penguatan konsep aglomerasi berbasis pendekatan sektoral guna mempercepat penyelesaian persoalan kawasan perkotaan.

Ia menyampaikan hal itu dalam Seminar Nasional Diskusi Aglomerasi Sustainable Aglo-City Summit 2026 di Novotel Tangerang BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (29/4/2026).

Baca jugaMendagri Apresiasi Peran TNI Jaga Inflasi dan Stabilitas Nasional

Bima menilai konsep aglomerasi bukan hal baru. Namun, pelaksanaannya kerap tersendat karena terlalu menitikberatkan pada aspek kelembagaan. Akibatnya, berbagai persoalan lintas wilayah seperti banjir, kemacetan, dan sampah belum tertangani secara optimal.

“Di Cina itu, Pak, sampai sekarang maju seperti ini karena aglomerasinya jalan. Diatur oleh pusat, dikasih model oleh pusat, sehingga bertumpu pada aglomerasi. Enggak bisa sendiri-sendiri,” ujar Bima.

Ia menegaskan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengemban mandat untuk memastikan sinkronisasi, sinergi, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan berjalan efektif. Melalui langkah itu, kebijakan pembangunan diharapkan tidak lagi berjalan parsial, melainkan terintegrasi dalam satu ekosistem.

Bima mendorong pergeseran pendekatan dari kelembagaan menuju sektoral. Menurut dia, langkah tersebut membuat penyelesaian masalah lebih cepat dan konkret di lapangan. “Fokus pada isu dan sektoral langsung,” tegasnya.

Ia mencontohkan penanganan sampah dan transportasi sebagai isu utama di kawasan aglomerasi. Program pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL) serta Local Service Delivery Improvement Program (LSDP) menjadi bentuk intervensi pemerintah pusat yang langsung menyasar persoalan.

Selain itu, integrasi transportasi lintas daerah dinilai akan berjalan lebih efektif jika didukung kejelasan otoritas, skema pembiayaan, serta koordinasi antarwilayah dalam kerangka aglomerasi.

Bima menambahkan, dukungan pemerintah pusat dan komitmen pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan. Ia optimistis pendekatan aglomerasi berbasis sektoral mampu menjadi solusi jangka panjang bagi berbagai persoalan kawasan perkotaan. (Red)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X