INFODAERAH.COM, KOTA BEKASI – Penanganan banjir di Kota Bekasi kini diarahkan pada pengelolaan air hujan berbasis lingkungan melalui konsep Zero Runoff dan pemanfaatan aplikasi digital “SERAP”. Langkah itu dibahas dalam diskusi strategis bersama Aliansi Pemuda Cerdas Inovatif dan Reservoair di Aula Nonon Sonthanie, Pemerintah Kota Bekasi, Selasa (12/5/2026).
Konsep Zero Runoff berfokus pada pengelolaan air hujan langsung dari sumbernya agar tidak seluruhnya mengalir ke saluran drainase publik. Penerapan konsep itu dilakukan melalui pembangunan sumur resapan, kolam retensi, biopori, serta taman resapan air di kawasan permukiman dan bangunan komersial.
Baca juga : KPU Kota Bekasi Perkuat Sinergi dengan Kejari untuk Program Demokrasi 2027
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menilai penanganan banjir membutuhkan keterlibatan banyak pihak dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
“Permasalahan banjir harus ditangani secara bersama-sama dengan inovasi dan langkah nyata. Konsep Zero Runoff menjadi solusi jangka panjang agar air hujan dapat diserap langsung ke tanah dan tidak membebani drainase kota,” ujar Tri Adhianto.
Pemerintah Kota Bekasi juga menyiapkan platform “SERAP” sebagai sarana pemantauan sekaligus kolaborasi penerapan sistem pengelolaan air di lingkungan masyarakat maupun kawasan pembangunan baru. Pemkot Bekasi berharap aplikasi tersebut dapat memperkuat keterlibatan masyarakat, pengembang, dan pelaku usaha dalam pengendalian banjir.
Tri Adhianto menegaskan bahwa Kota Bekasi ingin menjadi daerah percontohan dalam penerapan penanganan banjir berbasis inovasi lingkungan.
“Kami ingin Kota Bekasi menjadi contoh bagaimana persoalan banjir dapat ditangani melalui kolaborasi, teknologi, dan kepedulian lingkungan. Penanganan banjir bisa diselesaikan jika dilakukan bersama,” tambahnya.
Dalam diskusi itu, peserta juga membahas dasar hukum penerapan konsep Zero Runoff melalui Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 06 Tahun 2020 tentang Sistem Drainase. Aturan tersebut mewajibkan setiap pemilik lahan atau bangunan mengelola air hujan di area masing-masing.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kota Bekasi menargetkan penanganan banjir berjalan lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan. Langkah itu juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan kota yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat. (Red)