INFODAERAH.COM, JAKARTA – Gubernur Andra Soni mempromosikan Provinsi Banten sebagai kawasan industri dan investasi strategis di Indonesia. Menurut dia, Banten memiliki infrastruktur lengkap yang mampu mendukung pertumbuhan industri dan perdagangan global.
Andra menyampaikan hal itu saat menghadiri Jamuan Makan Malam Pertukaran Tokoh Politik dan Bisnis Tiongkok–Indonesia Program DBA Angkatan 12 Cheung Kong Graduate School of Business di The Residence ONFIVE, Grand Hyatt Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Baca juga : Gubernur Banten Apresiasi Pembinaan Tenis, Dorong Prestasi Menuju PON 2032
Ia menilai posisi geografis Banten memberi keuntungan besar bagi pengembangan investasi karena berbatasan langsung dengan Jakarta dan masuk dalam kawasan aglomerasi nasional.
“Banten berbatasan langsung dengan Jakarta dan menjadi kawasan aglomerasi, posisi ini menjadikan Banten sangat strategis,” ungkapnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Banten telah mencapai lebih dari 13 juta jiwa. Selain menjadi pasar besar, wilayah itu juga berkembang sebagai kawasan industri dengan sektor unggulan seperti baja hulu, petrokimia, properti, dan manufaktur.
“Banten dipadati oleh kawasan industri besar dan didukung infrastruktur yang lengkap, mulai dari jalan tol, kereta api, pelabuhan hingga Bandara Soekarno-Hatta sebagai bandara terbesar di Indonesia,” katanya.
Andra juga menyoroti potensi pelabuhan di Banten yang dinilai mampu memperkuat aktivitas perdagangan internasional. Karena itu, Pemprov Banten mengusulkan peningkatan fungsi pelabuhan agar mampu melayani kegiatan ekspor dan impor secara optimal.
“Kami Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten juga telah mengusulkan kepada pemerintah pusat agar pelabuhan tersebut dapat melayani aktivitas ekspor dan impor secara optimal,” ucapnya.
Dalam forum yang mempertemukan pelaku usaha dan tokoh politik Indonesia–Tiongkok itu, Andra menegaskan bahwa Pemprov Banten membuka ruang investasi seluas-luasnya bagi investor. Ia memastikan iklim investasi di Banten tetap kondusif melalui kolaborasi antar pemangku kepentingan.
“Pemprov Banten terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif agar investor merasa aman, nyaman, dan mudah dalam mengembangkan usahanya di Banten,” jelasnya.
Selain membangun infrastruktur, Pemprov Banten juga memperkuat kualitas sumber daya manusia untuk menghadapi kebutuhan industri masa depan. Andra menilai daya saing industri tidak hanya ditentukan modal dan fasilitas, tetapi juga kemampuan talenta lokal dalam beradaptasi dengan perubahan global.
“Kami meyakini daya saing industri di masa depan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan modal, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia dan talenta entrepreneur yang adaptif terhadap perubahan global,” katanya. (Red)
[…] Baca juga : Gubernur Banten Tawarkan Potensi Investasi dan Industri kepada Pebisnis Tiongkok […]