Gubernur Banten Optimistis Investasi Baja Raksasa Tiongkok Dongkrak Ekonomi Cilegon

Info Daerah - Rabu, 27 Mei 2026 - 16:46 WIB
Gubernur Banten Optimistis Investasi Baja Raksasa Tiongkok Dongkrak Ekonomi Cilegon
 (Info Daerah)
Penulis
|
Editor

INFODAERAH.COM, JAKARTA – Gubernur Banten Andra Soni optimistis masuknya investor baja asal Provinsi Hebei, Tiongkok, akan memperkuat industrialisasi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Banten, khususnya Kota Cilegon sebagai pusat industri baja nasional.

Optimisme itu muncul setelah penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan Hebei International Trade Group di Gedung Krakatau Steel, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026).

Presiden Direktur PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Muhammad Akbar Djohan menandatangani MoU tersebut bersama Chairman Hebei International Trade Group Zhang Yougui. Delegasi investor dipimpin Wakil Gubernur Eksekutif Provinsi Hebei Zhao Chenxin bersama sejumlah pelaku industri baja dari Tiongkok.

Andra Soni menilai kerja sama itu menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Banten sebagai kawasan industri nasional. Menurut dia, Krakatau Steel memiliki peran penting sebagai industri hulu strategis yang didukung potensi besar di wilayah Banten.

Ia menyoroti keberadaan pelabuhan internasional di Cilegon yang memiliki kedalaman alami hingga 21 meter. Kondisi itu dinilai mampu menarik investor global untuk mengembangkan industri baja terintegrasi di Banten.

Selain infrastruktur industri yang sudah kuat, kawasan tersebut juga dinilai mendukung pengembangan hilirisasi dan distribusi industri berskala besar.

“Ini menjadi momentum penting bagi industrialisasi nasional dan pertumbuhan ekonomi,” ujar Andra Soni.

Presiden Direktur Krakatau Steel Muhammad Akbar Djohan mengatakan perusahaan telah menyiapkan lahan sekitar 2.000 hektare di kawasan ekonomi khusus guna mendukung masuknya investasi baru di sektor industri baja.

Menurut dia, kerja sama dengan investor asal Tiongkok diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor baja jadi. Ke depan, perusahaan baja dari Tiongkok diharapkan membangun fasilitas produksi langsung di Indonesia dengan memanfaatkan bahan baku dari Krakatau Steel.

“Kami ingin industri baja dibangun di Indonesia agar mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Eksekutif Provinsi Hebei Zhao Chenxin menyampaikan bahwa Hebei merupakan salah satu pusat industri baja terbesar di Tiongkok yang berkembang dengan dukungan teknologi modern dan ramah lingkungan.

Ia menilai Indonesia memiliki prospek besar dalam pengembangan industri baja jangka panjang. Selain memperkuat hubungan ekonomi kedua negara, investasi tersebut juga diharapkan mendorong transfer teknologi dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

“Kerja sama hari ini kami harapkan menjadi awal kolaborasi yang lebih besar di masa depan,” ujar Zhao Chenxin. (Red)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X