INFODAERAH.COM, KAB.LEBAK – Pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Ciminyak, Kecamatan Muncang, dengan Desa Sukamarga, Kecamatan Sajira, mulai memasuki tahap sosialisasi. Proyek tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang diperjuangkan Anggota DPR RI Fraksi PKB, Ahmad Fauzi. Kegiatan sosialisasi berlangsung di Kecamatan Muncang, Senin (8/6/2026).
Pengurus DPC PKB Lebak memimpin kegiatan itu dengan menghadirkan Ketua DPC PKB Lebak Acep Dimyati, unsur Forkopimcam, Kepala Desa Ciminyak, serta tokoh masyarakat setempat.
Ketua DPC PKB Lebak Acep Dimyati mengatakan, pembangunan jembatan gantung tersebut menjadi bentuk komitmen Ahmad Fauzi dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Menurut Acep, usulan pembangunan bermula dari keluhan warga yang mengalami kesulitan akses akibat kondisi jembatan lama yang rusak berat. Kerusakan tersebut memaksa warga menempuh jalur alternatif dengan jarak yang lebih jauh.
“Warga menyampaikan aspirasi karena kondisi jembatan sudah rusak parah dan membahayakan. Akibatnya, masyarakat harus memutar cukup jauh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari,” kata Acep.
Ia menilai keberadaan infrastruktur pedesaan memiliki peran penting dalam menunjang kehidupan masyarakat. Infrastruktur yang memadai dapat memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung kegiatan ekonomi.
“Jembatan bukan hanya penghubung dua wilayah, tetapi juga sarana yang mendukung aktivitas dan harapan masyarakat,” ujarnya.
Acep berharap pembangunan tersebut memberikan manfaat langsung bagi warga serta mendorong kemajuan daerah.
“Semoga pembangunan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat dan mendukung perkembangan wilayah,” katanya.
Kepala Desa Ciminyak, Hendra, menyampaikan apresiasi atas dimulainya pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Kampung Bagu, Desa Ciminyak, dengan Kampung Cikaung, Desa Sukamarga.
Menurut Hendra, warga menyambut pembangunan tersebut dengan penuh rasa syukur karena jembatan itu menjadi kebutuhan yang telah lama mereka nantikan.
“Alhamdulillah, pembangunan jembatan gantung ini akan membantu aktivitas warga, mulai dari pelajar, pekerja, hingga petani,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jembatan tersebut akan mempermudah akses masyarakat, termasuk anak-anak yang berangkat ke sekolah, pedagang yang menjalankan usaha, serta petani yang mengangkut hasil panen.
Hendra mengungkapkan bahwa warga telah beberapa kali mengajukan permohonan pembangunan kepada Pemerintah Kabupaten Lebak. Namun, usulan tersebut belum mendapatkan tindak lanjut.
“Jembatan ini sudah lama rusak. Kami beberapa kali mengajukan permohonan pembangunan, tetapi belum terealisasi. Melalui aspirasi yang disampaikan kepada Pak Ahmad Fauzi, pembangunan akhirnya dapat terwujud,” katanya. (Red)