INFODAERAH.COM, KOTA BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto membuka Job Fair Kota Bekasi 2026 yang digelar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bekasi di Mega Bekasi. Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan ini menghadirkan 50 perusahaan dengan total 3.500 lowongan kerja bagi masyarakat.
Minat masyarakat mengikuti bursa kerja tersebut sangat tinggi. Sebelum kegiatan dimulai, sekitar 7.000 pencari kerja telah mendaftarkan diri melalui sistem pendaftaran daring yang disiapkan Disnaker Kota Bekasi.
Tri menilai pelaksanaan Job Fair tahun ini jauh lebih tertata dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut dia, penerapan sistem digital membuat proses rekrutmen lebih tertib, cepat, dan efisien.
“Pelaksanaan Job Fair tahun ini lebih rapi. Para pencari kerja tidak lagi membawa berkas CV dalam bentuk hardcopy, tetapi cukup mendaftar secara online. Di lokasi, perusahaan tinggal menyediakan barcode untuk mengakses seluruh persyaratan dan dokumen pelamar,” ujar Tri Adhianto.
Sebanyak 3.500 lowongan kerja berasal dari 50 perusahaan yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, jasa, hingga layanan.
Tri juga menegaskan bahwa penyelenggaraan Job Fair tahun ini memberi ruang bagi pencari kerja penyandang disabilitas. Sejumlah perusahaan menyediakan sekitar 300 peluang kerja sebagai wujud penerapan kesempatan kerja yang inklusif.
“Kami bersyukur tahun ini sudah tersedia sekitar 300 peluang kerja bagi teman-teman istimewa. Ke depan tentu akan terus kami fasilitasi, termasuk melalui pelatihan agar semakin banyak perusahaan memenuhi ketentuan penyediaan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas,” katanya.
Menurut Tri, Pemerintah Kota Bekasi bersama DPRD juga membahas kemungkinan menambah pelaksanaan Job Fair apabila dukungan anggaran tersedia. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja, terutama bagi lulusan baru SMA dan SMK yang mulai memasuki dunia kerja.
“Kalau memungkinkan, kami ingin menambah pelaksanaan Job Fair di akhir tahun, sekitar November atau Desember, agar waktunya sesuai dengan kebutuhan para lulusan baru memasuki dunia kerja,” ungkapnya.
Selain memperluas pelaksanaan Job Fair, Pemerintah Kota Bekasi juga menyiapkan program pemagangan yang ditargetkan mulai berjalan tahun depan. Program itu akan memprioritaskan warga Kota Bekasi dengan melibatkan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.
“Program pemagangan ini menjadi salah satu upaya agar calon tenaga kerja memiliki pengalaman terlebih dahulu sebelum direkrut secara penuh oleh perusahaan. Setelah magang, harapannya mereka bisa langsung diangkat atau diperpanjang sesuai kebutuhan perusahaan,” jelas Tri.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bekasi menyampaikan kondisi ketenagakerjaan di Kota Bekasi masih menunjukkan tren positif. Meski terdapat perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), jumlah perusahaan yang mencatatkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) masih lebih banyak sehingga peluang kerja tetap terbuka.
Pemerintah Kota Bekasi optimistis angka pengangguran terbuka yang saat ini berada di kisaran 7,33 persen dapat terus ditekan secara bertahap melalui penyelenggaraan Job Fair, program penempatan tenaga kerja, serta program pemagangan yang akan dikembangkan.