INFODAERAH.COM, KOTA BEKASI – BAZNAS Kota Bekasi menyalurkan bantuan kepada 1.761 mustahik melalui program “Merdeka Berbagi”. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Kota Bekasi, Selasa (11/8/2026).
Program ini digelar untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. BAZNAS menyalurkan bantuan melalui 30 komponen program.
Bantuan tersebut mencakup santunan kematian, biaya hidup, kesehatan, dan pendidikan. BAZNAS juga menyalurkan beasiswa S1, bantuan rutilahu, sembako, serta gerobak usaha.
Selain itu, BAZNAS memberikan alat bantu kesehatan. Bantuan juga menyasar kaum duafa dan lansia tunggal.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengapresiasi program “Merdeka Berbagi”. Menurut dia, BAZNAS kini tidak hanya fokus pada bantuan sembako.
“Cakupannya sudah meluas ke pemberdayaan ekonomi, rutilahu, hingga beasiswa. Ini selaras dengan visi Kota Bekasi: Sehat, Cerdas, dan Menarik,” ujar Tri.
Tri juga menyoroti program “Bekasi Cerdas”. Salah satunya melalui program “Satu Sarjana Satu Kecamatan”.
Program tersebut mendapat dukungan dari dana zakat. Hingga kini, BAZNAS telah membantu pendidikan 49 sarjana asal Kota Bekasi.
“Langkah ini sejalan dengan RPJMD Kota Bekasi. Selain Bekasi Cerdas, kita juga dorong Bekasi Sehat dan penguatan ekonomi masyarakat,” kata Tri.
BAZNAS Kota Bekasi menargetkan penghimpunan zakat hingga Rp32 miliar. Untuk mencapai target tersebut, Pemkot Bekasi mendorong kerja sama dengan sektor swasta.
Salah satu perusahaan teknologi informasi telah mempercayakan dana sosialnya kepada BAZNAS. Pemkot berharap langkah itu diikuti perusahaan lainnya.
“Kuncinya transparansi dan keterbukaan. Muzakki harus yakin zakatnya menjadi penopang stabilisasi ekonomi dan pembangunan daerah yang berkelanjutan,” ujar Tri.
Saat ini, sekitar 90 persen muzakki BAZNAS berasal dari ASN dan BUMD. Sementara itu, 10 persen lainnya berasal dari masyarakat umum.
Pemkot Bekasi juga telah mengimbau pelaku usaha untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS. Langkah tersebut bertujuan memperluas penghimpunan dan penyaluran zakat.
Ketua BAZNAS Kota Bekasi Sudarsono mengatakan pihaknya rutin menyalurkan bantuan kepada masyarakat. Penyaluran berlangsung melalui pelayanan harian di kantor dan kegiatan triwulan di Pendopo Kota Bekasi.
“Masyarakat dhuafa ingin kenal pemerintahannya, ingin kenal pemimpinnya,” ujar Sudarsono.
Untuk kebutuhan pokok, BAZNAS menyalurkan sekitar 600 paket sembako setiap bulan. BAZNAS juga menyiapkan sekitar 1.100 paket untuk kebutuhan selama dua bulan.
Sudarsono mengatakan BAZNAS terus mengarahkan bantuan menuju program produktif. Salah satunya melalui bantuan gerobak usaha bagi warga kurang mampu.
“Kita geser dari yang konsumtif ke yang produktif. Gerobak usaha misalnya, diberikan untuk warga tidak mampu yang punya kemauan berusaha. Kita fasilitasi,” jelasnya.
Dalam setiap penyaluran, BAZNAS menerapkan prinsip 3A. Prinsip tersebut meliputi aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI.
Pada kegiatan “Merdeka Berbagi”, sebanyak 264 penerima hadir secara langsung. Sementara itu, total penerima manfaat dalam program tersebut mencapai 1.761 mustahik.
BAZNAS Kota Bekasi berharap penyaluran yang transparan dan tepat sasaran dapat meningkatkan kepercayaan muzakki. Dengan begitu, manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh delapan golongan asnaf di Kota Bekasi. (Red)
