INFODAERAH.COM, SERANG – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan arah Perubahan APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2026. Pemprov Banten fokus mengoptimalkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Dimyati, penyesuaian anggaran juga penting untuk menjaga kondisi fiskal daerah. Karena itu, pemerintah mengarahkan belanja pada program yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Dimyati dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Banten. Agenda rapat membahas Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun 2026.
Rapat berlangsung di Gedung DPRD Banten, KP3B, Kota Serang, Selasa (22/9/2026).
Anggaran Fokus pada Program Prioritas
Dimyati mengatakan perubahan belanja daerah mengacu pada prinsip efisiensi dan efektivitas. Pemerintah juga memperhatikan transparansi, akuntabilitas, serta kemanfaatan bagi masyarakat.
Ia memastikan setiap perubahan alokasi belanja memiliki tujuan yang jelas. Anggaran tersebut harus mendukung target pembangunan dan indikator kinerja program.
“Penyusunan ini telah dilakukan secara komprehensif guna menampung seluruh perubahan asumsi pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah yang terjadi akibat dinamika asumsi makro,” ujar Dimyati.
Perubahan APBD 2026 juga memuat tambahan belanja prioritas. Program tersebut sebelumnya belum masuk dalam anggaran awal.
Pemprov Banten tetap memperhatikan waktu dan tahapan pelaksanaan kegiatan. Beberapa program yang menjadi perhatian antara lain Sekolah Gratis dan peningkatan konektivitas kawasan ekonomi produktif.
Pertumbuhan Ekonomi Jadi Pendukung
Dimyati juga memastikan birokrasi tematik tetap berjalan. Program tersebut mencakup penanggulangan kemiskinan dan peningkatan investasi.
Selain itu, pemerintah fokus pada pengelolaan sumber daya dan hilirisasi. Pengendalian stunting juga masuk dalam agenda tersebut.
Melalui Perubahan APBD 2026, Pemprov Banten ingin memperkuat keterpaduan perencanaan. Pemerintah juga mempertajam prioritas pembangunan daerah.
Dimyati optimistis berbagai program dapat berjalan sesuai target. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Banten pada semester I 2026 mencapai 5,57 persen.
“Pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada semester I tahun 2026 menunjukkan tren positif dengan menyentuh angka 5,57 persen,” katanya.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi salah satu pendukung struktur Perubahan APBD 2026.
“Tentunya seluruh program ini diselaraskan dengan arah kebijakan pembangunan daerah, visi dan misi kami, serta Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” pungkasnya. (Red)
