Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Jabar Selenggarakan Seminar Kreatif Menulis Guru

Info Daerah - Kamis, 3 November 2022 - 14:47 WIB
Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Jabar Selenggarakan Seminar Kreatif Menulis Guru
 ()
Penulis
|
Editor

INFODAERAH.COM, KAB.BEKASI – Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah VIII, Jawa Barat (Jabar) bersama Mata Nara Progresif menyelenggarakan seminar menulis “Creative Writing Action” guru guru SMA dan SMK se-Kabupaten Bekasi di Hotel Grand Zuri,Cikarang, Kabupaten Bekasi,Kamis (03/11/2022).

Peserta seminar terdiri dari Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas SMA dan SMK se-Kabupaten Bekasi dihadiri oleh turut dihadiri oleh Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah VIII Jawa Barat (Jabar).

Untuk narasumber, Prof.Dr.Chontina Siahaan,S.H.,M.Si, Suwarsih Madya PhD, Dr Toto Bintoro,Farida Fahmalatif SPd MPd dan Sabam Sopian Silaban, S.Si., MM.

Mengawali seminar mewakili Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah VIII, Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar) Novriandi ST dalam sambutanya menyatakan seminar ini sagat penting dalam meningkatkan kualitas SDM.

“Kegiatan ini patut kita apresiasi bersama sebagai wadah untuk mengeplorasi kompetensi yang kita miliki semuanya,” ucapnya dalam sambutan.

Sehingga, tujuan seminar ini dilaksanakan salah satunya adalah untuk memberikan wawasan kepada guru.

“Untuk itu, seminar bertujuan meningkatkan wawasan kita .sehingga dikemudian hari jika ada ide gagasan pemikiran kita dapat dituangkan kedalam tulisan,” ungkapnya.

Prof.Dr.Chontina Siahaan,S.H.,M.Si, menuturkan menulis kratif adalah cara ilmuwan berkomunikasi satu sama lain. Dimana komunikasi adalah kunci dalam menulis.Sehingga Komunikasi merupakan jantung atau darah yang mengalir dalam tubuh.

“Tanpa aliran darah manusia akan mati.Tanpa komunikasi, kita dapat menyampaikan Ide,Gagasan Kita meluli tulisan,” paparnya.

Guru Besar Universitas Kristen Indonesia ini memaparkan,salah satu tantangan terbesar menjadi penulis ialah bingung mengawali tulisan.Ya, bingungnya mengawali tulisan kadang bisa jadi hal yang sulit. Kadang mengawali tulisan bisa tiba-tiba muncul.Namun, disaat-saat lain ide mengawali tulisan sama sekali ngak muncul, meski sudah cari sampai jungkir balik.

Kemudian,Setelah mendapatkan ide tema dan pokok-pokok utama tulisan, tantangan kedua biasanya ialah merangkai pokok-pokok utama itu jadi satu artikel utuh.Kadang, ini sulit karena harus bisa merangkai kata-kata dengan baik dan lugas.

“Cara mengatasi tantangan ini lagi-lagi dengan banyak membaca artikel. Dari situ, Kita bisa tahu kalimat seperti apa yang efektif dan enak dibaca, termasuk menambah kosakata sehingga kamu punya banyak pilihan kata untuk menuangkan suatu gagasan,”katanya.

Lebih lanjut, wanita yang pernah mendapat penghargaan sebagai Presenter Indonesia International Graduate Conference on Communication (IGCC) Fisip UI Depok 2017 memaparkan dalam pembuatan tulisan diperlukan adanya kerangka tulisan yang dimana diibaratkan sebuah outline. Selain kerangkanya, diperlukannya hindari kalimat raksasa yang melelahkan pembaca juga pemborosan kata-kata.

“Kerangka tulisan bagaimana gagasan utama, gagasan pendukungnya itu buat kerangka tulisan kita agar tulisan kita tidak kemana-mana, di media cetak pasti aka nada keterbatasan tempat dan halaman, banyak kalimat yang ditulis ulang seperti yang ada yang lagi lalu ada yang lagi ini boros kalimat kita harus hindarin kalimat yang mengulang agar efektif” ujarnya.

Dalam upaya meningkatkan tulisan yang baik, Chontina meningatkan penulis yang baik adalah pembaca yang baik bisa menabung kosa kata. Jadilah peneliti yang kecil dengan memerhatikan hal-hal kecil untuk menjadi bahan tulisan.

“Saat menulis tempatkan posisi kita sebagai pembaca, ingat tujuan kita menulis agar dibaca sama orang. Apakah tulisan kita dipahami sama pembaca? jadi menggambarkan jangan sampai kita acuh dengan tulisan kita.” Imbuhnya.

Seminar yang dilanjutkan pemateri, Sabam Sopian Silaban, S.Si., MM.Seminar kali ini terasa begitu hidup. Pri yang juga pengarang buku ini berhasil memikat ratusan peserta seminar.

Bahkan Sopian berhasil menghidupkan suasana dengan mengajak peserta berinterksi.

Acara berjalan lancar, sesi pertanyaan pun diisi dengan pertanyaan dari beberapa peserta yang singkat dan padat. Ada juga beberapa masukan dari peserta dan dari Guru Besar yang juga.(Martinus)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X