INFODAERAH.COM, KAB.BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mulai merealisasikan pembangunan Sekolah Rakyat sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Pembangunan tersebut ditandai dengan kegiatan groundbreaking Sekolah Rakyat yang digelar serentak secara nasional dan diikuti secara virtual dari Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Senin (12/1/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi Endin Samsudin mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat di wilayahnya telah berjalan sesuai dengan perencanaan. Hingga pertengahan Januari 2026, progres pembangunan fisik telah mencapai sekitar 10 persen.
“Kontrak pekerjaan berlangsung hingga Juni 2026. Pemerintah Kabupaten Bekasi menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden Republik Indonesia, Kementerian PUPR, serta jajaran di Provinsi Jawa Barat yang telah mendukung pelaksanaan pembangunan Sekolah Rakyat ini,” ujar Endin.
Baca juga : Pemkab Bekasi Luncurkan Aplikasi Perizinan Satu Pintu, Permudah Investasi dan Pangkas Birokrasi
Ia menuturkan, kehadiran Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi diharapkan mampu menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan pendidikan formal. Selain pembangunan fisik, pemerintah daerah juga mempersiapkan berbagai aspek pendukung, termasuk calon peserta didik.
Menurut Endin, pendataan calon siswa dilakukan melalui basis data kesejahteraan sosial terbaru. Penjaringan difokuskan pada kelompok masyarakat desil 1 hingga 5 agar program Sekolah Rakyat tepat sasaran.
“Ketika sekolah ini mulai beroperasi, peserta didik sudah siap karena proses pendataan telah dilakukan sejak awal,” kata dia.
Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi dirancang sebagai sekolah terpadu dengan jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA. Untuk satu angkatan, sekolah ini ditargetkan mampu menampung sekitar 1.000 siswa.
Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Barat Kementerian PUPR, Tommy, menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi merupakan bagian dari paket pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Barat Tahap II.
“Kontrak pekerjaan dimulai pada 2 Desember 2025 dan dijadwalkan selesai pada 29 Juli 2026,” ujarnya.
Tommy menambahkan, Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi dibangun di atas lahan seluas sekitar 5,4 hektare yang merupakan aset milik pemerintah daerah dan akan dihibahkan kepada Kementerian Sosial sebagai pengelola operasional sekolah.
Fasilitas yang dibangun meliputi ruang kelas, asrama putra dan putri, ruang serbaguna, ruang makan, ruang ibadah, serta sarana olahraga. Dengan fasilitas tersebut, Sekolah Rakyat diharapkan mampu menghadirkan layanan pendidikan yang layak dan inklusif bagi masyarakat Kabupaten Bekasi. (Red)