INFODAERAH.COM, BANTUL – PSIM Yogyakarta akan menjamu Persis Solo pada pekan ke-20 BRI Super League 2025/26 dalam laga bertajuk Derby Mataram di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (6/2) dengan kickoff pukul 15.30 WIB. Banyaknya perubahan komposisi pemain Persis membuat pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel, mewaspadai potensi kebangkitan tim tamu.
Di saat bersamaan, PSIM juga bertekad bangkit setelah menelan dua kekalahan beruntun pada laga terakhir. Laskar Mataram kalah 0-3 dari Persebaya Surabaya di kandang sendiri, lalu takluk 1-2 dari Borneo FC saat bertandang ke Samarinda. Hasil tersebut membuat koleksi poin PSIM tertahan di angka 30.
Baca juga : Bima Arya: Pemda Harus Inovatif Cari Pendanaan
Menghadapi Laskar Sambernyawa yang melakukan perombakan besar pada paruh musim, Van Gastel mengakui tidak mudah memprediksi kekuatan Persis. Menurutnya, banyaknya pemain anyar membuat skema permainan tim asal Solo tersebut terus berubah dalam beberapa laga terakhir.
“Persis Solo sulit diprediksi karena mereka mendatangkan 11 pemain baru. Saya sudah melihat tiga pertandingan mereka dan di setiap laga komposisi pemainnya berbeda-beda. Jadi, pada dasarnya sedang terjadi perubahan di tim mereka,” ujar Jean Paul Van Gastel.
Baca juga : Kejagung Imbau Pelamar Waspadai Penipuan CPNS Kejaksaan
Meski demikian, pelatih asal Belanda itu menegaskan tidak ingin terlalu larut memikirkan kekuatan lawan. Ia lebih memilih fokus membenahi performa internal PSIM demi kembali ke jalur kemenangan.
“Bagi kami, yang terpenting adalah memainkan permainan kami sendiri. Tentu kami selalu berusaha menang setiap pekan, apalagi setelah dua kekalahan, kami ingin segera meraih kemenangan lagi,” tegasnya.
Terkait komposisi skuad, Van Gastel memastikan rekrutan anyar Jop Van der Avert belum bisa diturunkan pada laga krusial ini. Mantan pemain Liga Korea tersebut dinilai masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi secara fisik setelah kompetisi K-League 2 berakhir pada November lalu.
“Jop belum tersedia untuk laga melawan Persis. Menurut saya, dia masih membutuhkan lebih banyak latihan karena mengakhiri musim di Korea pada November 2025,” jelasnya.
Meski belum bisa dimainkan, Van Gastel tetap mengapresiasi langkah cepat manajemen PSIM. “Saya sangat berterima kasih kepada manajemen yang mendatangkan Jop untuk menutupi kekurangan skuad kami di lini pertahanan,” tambahnya.
Selain itu, PSIM juga masih dibayangi masalah cedera jelang laga Derby Mataram. Dery Corfe dipastikan absen, sementara Rahmatsho Rahmatzoda yang sempat menepi saat menghadapi Borneo FC kondisinya mulai membaik, meski belum dipastikan akan tampil sebagai starter. (Red)