INFODAERAH.COM, JAKARTA – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera membangun jembatan darurat untuk memulihkan konektivitas warga terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Satgas mengerjakan pembangunan secara paralel di sejumlah titik terisolasi. Personel TNI AD dan Polri terlibat langsung dalam pengerjaan di lapangan.
Satgas menggunakan tiga jenis jembatan, yakni bailey, armco, dan perintis.Jembatan bailey berbentuk rangka baja ringan yang portabel dan prefabrikasi sehingga dapat dirakit cepat tanpa alat berat khusus. Jembatan armco memanfaatkan lembaran baja bergelombang yang telah digalvanis untuk memperkuat struktur. Adapun jembatan perintis dibangun secara sederhana dengan material bervariasi, termasuk model gantung di beberapa lokasi.
Baca juga : Mendagri Terbitkan SE, ASN Pemda WFH Setiap Jumat Mulai 1 April 2026
Data Satgas PRR per 31 Maret menunjukkan sebagian besar pembangunan telah rampung.
Di Aceh, dari 41 unit jembatan bailey, sebanyak 39 unit telah selesai dan dua lainnya masih dalam pemasangan. Dari 82 unit jembatan armco, 44 unit telah rampung. Sementara itu, dari 15 unit jembatan perintis, 14 unit telah selesai.
Di Sumatera Utara, dari 24 unit jembatan bailey, 12 unit telah selesai. Dari 33 unit jembatan armco, 18 unit telah rampung. Untuk jembatan perintis, 12 dari 13 unit telah selesai dibangun.
Di Sumatera Barat, seluruh 11 unit jembatan bailey telah rampung. Dari 30 unit jembatan armco, 13 unit telah selesai. Adapun jembatan perintis, 5 dari 9 unit telah rampung.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan pemulihan tidak berhenti pada pembangunan jembatan fungsional. Satgas akan mempercepat pembangunan infrastruktur permanen agar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik kembali normal.
“Jembatan di daerah, terutama tingkat kabupaten dan kota, sebagian sudah berfungsi tetapi masih bersifat sementara. Itu harus dipermanenkan. Ada juga yang belum berfungsi penuh dan perlu segera difungsikan tanpa mengganggu sistem logistik,” ujar Tito dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (25/3/2026). (Red)