Pemulihan Pustu Pascabencana Hampir Tuntas, Layanan Kesehatan Kian Dekat ke Warga

Info Daerah - Jumat, 17 April 2026 - 14:25 WIB
Pemulihan Pustu Pascabencana Hampir Tuntas, Layanan Kesehatan Kian Dekat ke Warga
Caption : Fasilitas Kesehatan yang dibangun Kemenkes dan aktivitas Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) di wilayah terdampak bencana. (Dok. Satgas PRR/Kemenkes) ()
Penulis
|
Editor

INFODAERAH.COM, JAKARTA – Pemulihan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak bencana di Sumatera terus bergerak cepat. Ratusan Puskesmas Pembantu (Pustu) kini kembali beroperasi. Layanan kesehatan pun semakin dekat dengan masyarakat hingga tingkat komunitas.

Data Satgas PRR mencatat, dari 2.952 Pustu di tiga provinsi terdampak, sebanyak 2.522 unit sempat mengalami kerusakan. Pada 1 Desember 2025, sebanyak 148 Pustu tidak dapat beroperasi akibat kerusakan berat.

Perbaikan yang berlangsung intensif mendorong penurunan jumlah tersebut. Pada awal April 2026, Pustu yang belum beroperasi tersisa 21 unit. Per 17 April 2026, jumlahnya kembali turun menjadi 12 unit yang masih dalam tahap rehabilitasi.

Baca jugaSatgas PRR Kejar Data Huntap, 33 Daerah Diminta Segera Ajukan Usulan

Sebanyak 12 Pustu itu tersebar di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Di Aceh, perbaikan berlangsung di sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Timur, antara lain Pustu Blang Seunong, Seuneubok Bayu, Bandar Baro, Alue Tuwi, DK 1 Peunaron Baru, dan Tanjung Tok Blang. Pekerjaan mencakup pembangunan ulang, pembersihan, serta renovasi.

Di Sumatera Utara, penanganan dilakukan di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Lokasi yang masih dalam proses antara lain Pustu Hutabarangan, Po Simargarap, Sibuluan Nalambok, Sibio-bio, Sigiring-giring, dan Huraba. Mayoritas pekerjaan berupa pembangunan ulang dan penyelesaian renovasi.

Sementara itu, seluruh Pustu di Sumatera Barat telah kembali beroperasi. Kondisi ini menunjukkan pemulihan yang merata di wilayah tersebut.

Pemulihan juga terjadi pada fasilitas kesehatan lain. Dari 130 rumah sakit pemerintah di tiga provinsi terdampak, sebanyak 87 unit sempat mengalami kerusakan. Pada awal Desember 2025, sembilan rumah sakit tidak beroperasi. Kini seluruhnya telah kembali melayani masyarakat.

Pada layanan dasar, dari 1.265 puskesmas, sebanyak 867 unit terdampak. Sebanyak 152 puskesmas sempat berhenti beroperasi. Saat ini, seluruh puskesmas tersebut telah kembali memberikan layanan.

Percepatan pemulihan ini melibatkan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga. Kementerian Kesehatan berperan aktif dengan menurunkan tenaga kesehatan dan relawan ke lapangan.

Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian menyampaikan apresiasi atas percepatan tersebut. Ia menilai kerja lapangan menjadi kunci pemulihan layanan kesehatan.

“Saya memberikan apresiasi tinggi kepada Pak Menkes karena beliau turun langsung dan mengendalikan seluruh kekuatan di lapangan. Kurang dari satu bulan, seluruh RSUD sudah operasional 100 persen,” ujar Tito di Jakarta, 25 Maret 2026.

Ia menegaskan, pemulihan hingga tingkat layanan paling bawah sangat penting untuk menjaga ketahanan sosial masyarakat pascabencana.

“Puskesmas sudah 100 persen operasional. Tinggal Pustu yang kita selesaikan. Ini penting untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan,” kata Tito. (Red)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X