Reses Alit Jamaludin, Warga Usulkan Infrastruktur, Posyandu, dan Lapangan Kerja

Info Daerah - 8 Juli 2026
Reses Alit Jamaludin, Warga Usulkan Infrastruktur, Posyandu, dan Lapangan Kerja
Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKB, Alit Jamaludin, S.E., memulai Reses II Tahun 2026 dengan menyerap berbagai aspirasi masyarakat di Sekretariat Bersama (Sekber) RW 007, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Rabu (8/7/2026).

INFODAERAH.COM, KOTA BEKASI – Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKB, Alit Jamaludin, S.E., memulai Reses II Tahun 2026 dengan menyerap berbagai aspirasi masyarakat di Sekretariat Bersama (Sekber) RW 007, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Rabu (8/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah kebutuhan yang menjadi prioritas di lingkungan mereka. Aspirasi itu mencakup penataan infrastruktur, peningkatan fasilitas umum, pengembangan sarana olahraga, perluasan kesempatan kerja, hingga pemberian insentif bagi guru ngaji.

Alit mengatakan, persoalan infrastruktur menjadi perhatian utama warga. Mereka meminta Pemerintah Kota Bekasi menata sanitasi dan saluran drainase di lingkungan RW 007 agar kondisi permukiman menjadi lebih bersih dan nyaman.

Selain itu, warga juga mengusulkan penambahan tempat pembuangan sampah (TPS) untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik.

“Yang pertama terkait infrastruktur, khususnya penataan sanitasi dan saluran lingkungan. Kemudian warga juga mengusulkan penambahan bak atau tempat pembuangan sampah agar kebersihan lingkungan lebih terjaga,” kata Alit.

Warga juga berharap pemerintah meningkatkan sarana dan prasarana Sekretariat Bersama (Sekber) RW 007. Selama ini, gedung tersebut menjadi pusat berbagai kegiatan masyarakat sekaligus digunakan sebagai tempat pelayanan Posyandu karena wilayah tersebut belum memiliki gedung Posyandu sendiri.

Alit berharap pemerintah dapat mengalokasikan anggaran pembebasan lahan apabila kemampuan keuangan daerah memungkinkan. Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, tahun ini belum tersedia anggaran pembebasan lahan selain untuk pembangunan flyover.

“Kalau memang ada lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum), itu bisa diusulkan untuk pembangunan Posyandu sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ujarnya.

Kalangan Karang Taruna turut menyampaikan aspirasi terkait penataan sarana dan prasarana olahraga. Mereka berharap pemerintah membenahi lapangan olahraga yang sudah ada agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, terutama generasi muda.

Di bidang ekonomi, Alit menilai persoalan lapangan pekerjaan masih menjadi tantangan besar di Kota Bekasi. Ia mencontohkan pelaksanaan Job Fair yang dihadiri sekitar 8.000 pencari kerja, sedangkan lowongan yang tersedia hanya sekitar 3.000 posisi.

“Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah perlu lebih aktif menjemput bola melalui pelatihan keterampilan, terutama di bidang digital dan kewirausahaan, sehingga masyarakat memiliki bekal untuk bekerja maupun membuka usaha sendiri,” katanya.

Selain itu, warga juga mengusulkan agar pemerintah memberikan insentif kepada guru ngaji dan ustaz yang selama ini mengabdikan diri membina masyarakat di lingkungan masing-masing.

Alit menegaskan Fraksi PKB berkomitmen mengawal aspirasi tersebut agar dapat menjadi perhatian Pemerintah Kota Bekasi.

“Insyaallah PKB akan mengusulkan kepada pemerintah agar guru-guru ngaji maupun ustaz yang mengajar di rumah-rumah mendapatkan insentif. Mereka memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda, sehingga pemerintah tidak boleh menutup mata dan harus memberikan perhatian,” tegasnya. (Red)

Tinggalkan Komentar