Wakil Wali Kota Bekasi Bahas Strategi Peningkatan PAD dengan DPRD Depok

      Info Daerah - 2 September 2026
      Wakil Wali Kota Bekasi Bahas Strategi Peningkatan PAD dengan DPRD Depok

      INFODAERAH.COM,KOTA BEKASI – Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menerima kunjungan kerja Komisi B DPRD Kota Depok. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Bekasi, Kompleks Pemkot Bekasi.

      Rombongan DPRD Kota Depok dipimpin Koordinator Komisi B Hj Yeti Wulandari dan Ketua Komisi B H Hamzah.

      Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat. Kedua pihak berdialog dan bertukar informasi mengenai pengembangan ekonomi daerah.

      Bahas Penguatan Ekonomi Daerah

      Harris Bobihoe hadir bersama sejumlah perangkat daerah terkait. Kehadiran mereka mendukung pembahasan strategi ekonomi perkotaan.

      Pembahasan mencakup peningkatan investasi, pemberdayaan UMKM, perdagangan, dan sektor jasa. Semua sektor tersebut memiliki peran dalam menggerakkan ekonomi daerah.

      Komisi B DPRD Kota Depok juga menggali data dan informasi dari Pemerintah Kota Bekasi. Data tersebut berkaitan dengan perkembangan, tantangan, serta potensi ekonomi daerah.

      Pemkot Bekasi menyambut baik kunjungan tersebut. Pertemuan ini menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antarpemerintah daerah.

      Komisi B DPRD Kota Depok kemudian menggali strategi Pemkot Bekasi dalam mengoptimalkan potensi ekonomi perkotaan. Salah satu pembahasannya terkait kawasan olahraga dan ruang publik.

      Kolaborasi Antar-OPD

      Pemkot Bekasi menerapkan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menjalankan sejumlah program.

      Melalui pola tersebut, satu program tidak hanya mengandalkan anggaran dari satu OPD. Setiap perangkat daerah dapat mendukung kegiatan sesuai tugas dan kewenangannya.

      Sebagai contoh, Dinas Kepemudaan dan Olahraga dapat bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum. Dinas Pariwisata juga dapat mendukung kegiatan sesuai kewenangannya.

      Pola tersebut dapat membantu pemerintah mengoptimalkan sumber daya. Selain itu, program dapat berjalan secara lebih terpadu.

      Pemkot Bekasi juga mengembangkan ruang publik sebagai bagian dari strategi ekonomi daerah. Kawasan olahraga dan stadion utama tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas olahraga.

      Kawasan tersebut juga dapat menjadi ruang interaksi sosial dan rekreasi masyarakat.

      Dorong Konsep Sports City

      Dalam pertemuan itu, Komisi B DPRD Kota Depok juga mendapat informasi mengenai konsep Sports City.

      Konsep tersebut dapat menggabungkan fasilitas olahraga, ruang publik, dan kegiatan ekonomi. Pemerintah daerah dapat mengoptimalkan kawasan tersebut untuk berbagai kegiatan.

      Kawasan olahraga dapat menghasilkan pendapatan daerah melalui pemanfaatan GOR dan stadion. Fasilitas tersebut dapat digunakan untuk pertandingan olahraga profesional.

      Selain olahraga, kawasan tersebut dapat menjadi lokasi konser, festival, dan kegiatan masyarakat. Pemanfaatan secara multifungsi dapat meningkatkan aktivitas ekonomi.

      Konsep tersebut juga dapat memberikan efek pengganda bagi sektor perdagangan dan jasa. Kedatangan masyarakat dari luar daerah dapat mendorong aktivitas ekonomi.

      Sektor perhotelan, pusat perbelanjaan, kuliner, dan jasa dapat ikut berkembang. Pengelolaan parkir dan utilitas secara profesional juga dapat mendukung optimalisasi pendapatan daerah.

      Integrasikan UMKM

      Pembahasan juga menyentuh integrasi UMKM ke dalam kawasan Sports City. Sektor kuliner menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan tersebut.

      Pemkot Bekasi menyediakan zona usaha atau Food Zone saat kegiatan besar berlangsung. Zona tersebut memberi ruang bagi UMKM untuk menawarkan produk kepada pengunjung.

      Skema berbasis kegiatan atau event-based membuka akses UMKM kepada konsumen dalam jumlah besar. Pola ini sekaligus membantu pelaku usaha memperluas pasar.

      UMKM binaan juga mendapat ruang dalam kegiatan rutin seperti Car Free Day (CFD). Pemerintah menyediakan ruang usaha tanpa membebani pelaku UMKM dengan biaya sewa tinggi.

      Kegiatan tersebut dapat menjadi sarana promosi bagi produk UMKM lokal. Pelaku usaha juga dapat menjangkau konsumen baru.

      Dalam aspek legalitas, perangkat daerah terkait memfasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara gratis.

      Pemkot Bekasi menjalankan layanan tersebut dengan sistem jemput bola. Langkah ini bertujuan mendorong lebih banyak UMKM memiliki legalitas usaha.

      UMKM juga dapat berjualan di ruang usaha resmi yang pemerintah sediakan.

      Selain itu, Pemkot Bekasi mendorong kerja sama UMKM kuliner dengan pusat perbelanjaan di sekitar kawasan Sports City.

      Kerja sama tersebut dapat membuka pasar baru bagi produk UMKM lokal. Pelaku usaha juga memiliki peluang memperluas pemasaran.

      Perkuat Sinergi Daerah

      Selain pengembangan aset daerah, Pemkot Bekasi menjalin kemitraan internasional melalui konsep Sister City. Salah satu kerja sama tersebut melibatkan mitra dari Korea Selatan.

      Kerja sama itu menjadi sarana untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman. Termasuk dalam pengelolaan kawasan olahraga terpadu dengan orientasi internasional.

      Berbagai strategi tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan daerah. Pemerintah juga mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi yang melibatkan masyarakat dan pelaku usaha lokal.

      Kunjungan kerja kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif antara Komisi B DPRD Kota Depok dan Pemkot Bekasi.

      Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan pertukaran cinderamata. Momen tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus penguatan hubungan kelembagaan.

      Hasil kunjungan kerja diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi kedua daerah. Informasi yang diperoleh juga dapat menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan berikutnya.

      Dengan sinergi tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat menjalankan program ekonomi secara lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. (Red)

      Tinggalkan Komentar