INFODAERAH.COM, Banten – Ada dugaan jika ketegangan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan rakyat, terutama umat Islam terjadi karena adanya upaya adu domba dari orang-orang yang tidak suka akan kedekatan TNI dengan Rakyat.
Hal itu bisa di lihat dari begitu banyaknya kejadian belakangan ini yang melibatkan TNI dengan rakyat.
“Saya melihatnya kejadian tersebut bukanlah kejadian biasa. Karena kejadiannya seperti terstruktur dan masif,’ jelas Panglima Generasi Cinta Negeri (Gentari) Habib Umar Alhamid di kediamanya beberapa waktu yang lalu.
Menurutnya, seperti masalah penurunan baliho yang terjadi di Jakarta. Kenapa harus TNI yang menurunkan, bukannya ada Satpol PP.
“Mungkin saja pada saat itu tidak ada yang berani menurunkannya, maka di instruksikanlah TNI yang di nilai dekat dan di cintai oleh rakyat,” tegasnya.
Belakangan muncul soal isu tentang pernyataan KASAD “Tuhan BUKAN orang Arab” yang secara eksplisit maupun implisit siapapun akan mudah mencerna bahwa tidak ada yg salah dengan pernyataan tersebut.
“Mayoritas masyarakat faham bahwa kalimat utuhnya tidak ada hal yang salah dengan ‘makna dan maksud’ dari kalimat tersebut,” katanya.
HUT TNI ke-76, Kapolres Lebak Polda Banten Berikan Kejutan Dandim 0603 Lebak
HUT TNI ke 76, PPNI Lebak Dukung Penuh Kegiatan Batalyon Mandala Yudha
HUT TNI ke 76, PPNI Lebak Dukung Penuh Kegiatan Batalyon Mandala Yudha
Namun selalu saja ada pihak-pihak yang sengaja memanfaatkan situasi tersebut untuk melakukan berbagai upaya untuk kepentingan kelompoknya sendiri.
Semisal mencari panggung, mencari simpati atau mungkin sengaja mendeskreditkan tokoh-tokoh nasional yang ada.
“Oleh karena itu, saya menyarankan sudahilah upaya-upaya seperti itu. Kita itu negara besar, banyak hal yang lebih produktif yg bisa kta lakukan bersama, utamakan tabayyun, kedepankan persatuan dan kesatuan.
Lebih jauh Habib yang di kenal vokal ini mengatakan, semua harus waspada dengan adu domba yang terjadi belakangan ini.