“Show berjalan di hamparan sawah dan lumpur, di bawah kaki Borobodur yangg megah dan agung,”
“Ketika budaya bersatu dengan alam, ketika karya di apresiasi di pelukan bumi pertiwi, dengan memadupadankan kearifan lokal para leluhur nusantara,” tukasnya.
Fashion show di bawah kaki Candi Borobudur ini, lanjut dia, menjadi representasi Karya Wastra Nusantara yang terbentang indah. Mulai dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas ke Pulau Rote.
Fashion Show Tetap Ikuti Protokol Kesehatan
Athan menyampaikan, pagelaran akbar fashion show di tengah sawah ini tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Pihaknya telah mengantongi izin dari Satgas dan Kepolisian setempat.
Ia menilai, pandemi Covid-19 sangat berdampak pada dunia fashion tanah air. Desainer Indonesia terpuruk lantaran orderannya menurun.
“Pagelaran Fashion Show yang di gelar secara langsung ini menjadi role model untuk acara sejenisnya. Semoga dapat meningkatkan ekonomi kreatif di tengah pandemi,” harapnya. (Red)