INFODAERAH.COM, KOTA BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto merotasi dua pejabat Eselon II di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi. Dzikron kini memimpin Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi, sedangkan Nadih Arifin menjabat Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi, Rabu (13/5/2026).
Dalam arahannya, Tri menegaskan jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan secara bertanggung jawab. Ia meminta para pejabat tidak menjadikan posisi baru sebagai zona nyaman.
“Percepatan menyelesaikan tantangan harus dilakukan. Jangan jadikan amanah ini sebagai zona nyaman. Kita akan terus lakukan evaluasi untuk memberikan challenge yang lebih,” ujar Tri.
Baca juga : Wali Kota Bekasi Lantik Pengurus BAZNAS Periode 2026–2031
Kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja yang baru, Tri memberi target percepatan program penempatan tenaga kerja lokal ke luar negeri. Ia meminta Dinas Tenaga Kerja menunjukkan langkah konkret dalam tiga bulan ke depan.
Menurut Tri, peluang kerja bagi warga tidak hanya tersedia di dalam negeri, tetapi juga melalui penempatan tenaga kerja yang memiliki kompetensi untuk bersaing di pasar internasional.
“Tahun lalu target pemberangkatan tenaga kerja ke luar negeri masih gagal karena arahnya masih ragu-ragu. Tahun ini harus diselesaikan sesuai RPJMD,” tegasnya.
Tri menyebut angka pengangguran di Kota Bekasi mulai menurun. Meski demikian, Pemerintah Kota Bekasi tetap harus memperluas peluang kerja bagi masyarakat.
Ia juga menyoroti kualitas tenaga kerja yang dinilai belum sepenuhnya siap bersaing di dunia industri. Lulusan sekolah menengah atas dan kejuruan, menurut dia, masih membutuhkan peningkatan keterampilan.
Baca juga : Wali Kota Bekasi Tanggung Biaya Sekolah Anak Korban Kecelakaan Mobil SPPG
Karena itu, Pemerintah Kota Bekasi memperkuat pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja lokal.
“Kita lakukan pembinaan melalui BLK agar tenaga kerja kita siap pakai dan mampu bersaing dengan daerah lain,” ungkapnya.
Tri menambahkan, tingginya kebutuhan masyarakat terhadap informasi lowongan pekerjaan terlihat dari banyaknya pertanyaan warga melalui media sosial pribadi maupun kanal pemerintah daerah.
Sementara itu, kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang baru, Tri meminta pengembangan sektor seni dan budaya dilakukan secara lebih terbuka dan kolaboratif. Ia menilai ruang bagi pelaku seni dan budaya tidak boleh hanya dinikmati kelompok tertentu.
“Passion pariwisata dan budaya harus mampu berkolaborasi. Ruang dan tempat yang diberikan kepada penggiat kebudayaan jangan hanya untuk orang itu-itu saja. Harus lebih progresif lagi,” katanya.
Tri berharap pengembangan sektor pariwisata dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif di Kota Bekasi.
“Gerakan pariwisata harus terhubung dengan UMKM kita. Bukan berjalan sendiri-sendiri. Persoalan yang kita hadapi kompleks, maka penyelesaiannya dilakukan tahap demi tahap dengan kolaborasi,” tutupnya. (Red)