di kembangkan model Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) berbasis masyarakat melalui Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM,” úcapnya
Posbindu PTM merupakan peran serta masyarakat dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktor risiko PTM Utama yang dilaksanakan secara terpadu,
rutin, dan periodik. Tujuan Posbindu PTM adalah meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor risiko PTM.
Posbindu PTM, dapat sesegeranya di lakukan pencegahan faktor risiko PTM sehingga kejadian PTM di masyarakat dapat di tekan.
Sasaran utama adalah kelompok masyarakat sehat, berisiko dan penyandang PTM berusia 15 tahun ke atas.”sambungnya
Lebih lanjut Lukman menyampaikan bahwa kegiatan Posbindu PTM meliputi pemeriksaan deteksi dini faktor risiko
dilakukan dengan wawancara terarah melalui penggunaan instrumen atau formulir untuk mengidentifikasi riwayat penyakit tidak menular dalam keluarga yang telah diderita sebelumnya,
pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, Indeks Massa Tubuh (IMT), analisa lemak tubuh, pemeriksaan tekanan darah serta penyuluhan.
Sedangkan upaya pencegahan stuting dimasa pandemi COVID-19. perlu dilakukan pelayanan gizi dan mengutamakan prinsip pencegahan COVID-19,
dilakukan terutama cuci tangan pakai sabun, menggunakan masker menjaga jarak fisik, membentuk group secara daring untuk konseling dan edukasi gizi, melakukan pelayanan posyandu.
Konseling gizi ibu hamil dan anak, pemberian makan tambahan pemberian vitamin A, tablet tambahan darah untuk ibu hamil dan remaja putri dan melakukan kunjungan ke rumah.
tersebut perlu diupayakan dalam pencegahan dan penaggulangan stunting.”tutupnya
(pendim1002).