Dari total 27 kelas, tidak semua kelas masuk bersamaan, tetap di bagi dengan porsi 14 kelas untuk pekan ini, 13 kelas untuk pekan depan,” tambahnya.
Salah satu siswa SMPN 5 Kota Bekasi pun menuturkan bahwa di adakannya sampling tes usap PCR
tidak membuat takut dan menurunkan semangat belajarnya.
Ia pun menyampaikan bahwa lebih senang sekolah offline di bandingkan secara online.
“Alhamdulillah, selain sudah di berikan vaksin dan di perbolehkan sekolah offline walau terbatas,
kami tetap di perhatikan keamanannya salah satunya dengan PCR Test, dan saya tidak takut sama sekali,
kalau terbukti semua negatif, sekolah offline akan terus berjalan dan saya lebih senang sekolah offline,” ucap Dwi salah satu siswi SMPN 5 Kota Bekasi.